KETIK, TANGERANG – Jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) di Kabupaten Tangerang hingga September 2026 meningkat. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) DM yang didata dari 44 Puskesmas di Kabupaten Tangerang, mencapai 60.621 pasien.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3PL) Dinkes Kabupaten Tangerang, Qotrun Nada kepada Ketik.com, Kamis 5 November 2026 di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.
“Ya, pasien Diabetes di Kabupaten Tangerang masuk 5 terbesar untuk penyakit tidak menular Mereka ada yang cukup berobat di Puskesmas saja dan ada juga yang sampai rumahsakit,” ungkapnya.
Sementara itu, agar angka penderita DM selalu terkontrol, Dinkes Kabupaten Tangerang rutin melakukan pengecekan gula darah sejak dini. Pengecekan tersebut melalui program cek kesehatan gratis (CKG)yang dilakukan di masyarakat.
“Dinkes Kabupaten Tangerang mengikuti alur dari pusat, yakni program cek kesehatan gratis (CKG). Setiap tahun ada target yaitu cek kesehatan gratis ke SD, SMP dan SMA, di program itu terdapat cek gula juga jadi sudah deteksi sejak dini,”ucapnya..
Selain itu, untuk mereka yang sudah terkena diabates di Puskesmas, sambungnya, dibuatkan secara khusus program kesehatan. Bentuk program tersebut adalah pelayanan kesehatan proaktif yang telah disiapkan BPJS bernama Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
“Prolanis ini seperti klub, jadi mereka pasien diabetes dikumpulkan dihari tertentu. Bentuk pelayanannya adalah konsultasi medis berkala, edukasi mengelola penyakit dan ada senam bersama juga,” pungkasnya.(*)
