Kemenkes dan Al Azhar Jatim Peringati World Mental Health Day 2026 bersama Anak dari Seluruh Dunia

10 Oktober 2026 17:20 10 Okt 2026 17:20

Zenyta Eka A., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kemenkes dan Al Azhar Jatim Peringati World Mental Health Day 2026 bersama Anak dari Seluruh Dunia

Kementerian Kesehatan RI dan YPI Al Azhar Jawa Timur menggelar ISYOUTH 2026 – Inspiring Summit for Youth, dengan dukungan UNICEF Indonesia dan difasilitasi pegiat hak anak dari Forum Anak (FAN) Jawa Timur. (Foto: Dok UNICEF Indonesia)

KETIK, SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, Kementerian Kesehatan RI dan YPI Al Azhar Jawa Timur menggelar ISYOUTH 2026 – Inspiring Summit for Youth, dengan dukungan UNICEF Indonesia dan difasilitasi pegiat hak anak dari Forum Anak (FAN) Jawa Timur.

Mengusung tema “My Voice, My Well-being, My Impact: From Ideas to Positive Action” konferensi online ini menjadi wadah ratusan pelajar untuk menyuarakan ide dan mendorong aksi nyata untuk kesehatan mental remaja,  Sabtu, 10 Oktober 2026. 

Konferensi yang dirancang kental partisipasi anak, baik dari panitia penyelenggara, moderator, pembicara dan peserta, juga dihadiri Anna Luthfie selaku Chairperson YPI Al Azhar East Java dan Dr. H. Fuad Bawazier selaku Chairman YPI Al Azhar.  

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono membuka acara yang dihadiri ratusan anak dari berbagai sekolah di Asia Tenggara.

Dalam sambutannya, Wamenkes menekankan pentingnya peran sekolah dan pesantren sebagai lingkungan yang aman dan suportif bagi kesehatan mental remaja, sementara YPI Al Azhar menegaskan komitmennya membentuk generasi yang unggul secara akademik, sehat mental, dan berkarakter.

UNICEF Indonesia melalui Chief of Java Field Office Tubagus Arie Rukmantara menyampaikan bahwa secara global satu dari tujuh remaja usia 10-19 tahun mengalami gangguan kesehatan mental, sehingga penting menciptakan lingkungan di mana setiap anak merasa aman, didukung, dan didengar. 

"Anak muda bagian dari solusi, dan melalui ISYOUTH bersama Kemenkes dan YPI Al Azhar Jatim, ruang dibuka bagi anak muda untuk menyuarakan ide dan kreativitasnya guna menginspirasi perubahan positif. Anak-anak yang terlibat di ISYOUTH 2026 adalah agen perubahan dunia menuju dunia yang lebih baik dan lebih sehat secara fisik dan mental," kata Arie dalam sambutannya. 

Dia juga mengapresiasi fasilitasi luar biasa dari pegiat hak anak Forum Anak Jawa Timur yang memastikan forum ini benar-benar dari, oleh, dan untuk anak muda, dengan pesan bahwa "your voice matters and every child's ideas matter".

Sebagai konferensi internasional, ISYOUTH 2026 menghadirkan keynote speaker dari Amerika Serikat dan Eropa, yaitu Taanvi Arekapudi  dan Ishitha Arekapuddari Amerika Serikat, Gabriel Leka dari Brussels, Belgia dan Areli Rukmantara dari Tokyo, Jepang yang merupakan peserta Teen Square Tokyo Project 2025 serta Paul Joshua dari Filipina yang merupakan peserta ASEAN Children Forum 2022.

Selain itu hadir pula  Vianney Lim dari Tiongkok Beijing yang merupakan perwakilan ASEAN Youth Organization Chapter Indonesia dan Beijing Institute of Technology serta Jason Lee dari Tiongkok Shanghai yang merupakan mahasiswa Shanghai University of TCM penerima Chinese Government Scholarship. 

Para pembicara berbagi perspektif global tentang manajemen stres, dampak media sosial, pencegahan perundungan siber, dan strategi membangun resiliensi remaja di era digital.

ISYOUTH sendiri merupakan platform kolaboratif yang fokus pada kesehatan mental, kreativitas, inovasi, kepemimpinan, dan resiliensi, yang mempertemukan siswa, pendidik, orang tua, pemerintah, komunitas, dan organisasi internasional melalui diskusi, workshop, kompetisi inovasi, seminar, dan program parenting. 

Tahun ini ISYOUTH merespons tantangan era digital seperti cyberbullying, ujaran kebencian, misinformasi, dan stres melalui lomba storytelling dan poster kesehatan mental untuk jenjang SD-SMP serta Global Mental Health Innovation Challenge untuk jenjang SD-SMA/SMK dengan tema kesehatan emosional, manajemen stres, dampak media sosial, dan resiliensi digital. Kegiatan dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 08.30-11.00 WIB melalui Zoom. (*)

Tombol Google News

Tags:

UNICEF UNICEF Indonesia Hari kesehatan mental sedunia