KETIK, SURABAYA – Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus digalang. Terbaru, keluarga besar holding kawasan industri melakukan aksi penggalangan dana melalui koordinasi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).
Sebanyak Rp423 juta berhasil dihimpun dari berbagai pihak hasil kolaborasi PT Danareksa (Persero), tujuh anggota holding kawasan industri, tenant, karyawan, serta mitra usaha di lingkungan ekosistem kawasan industri.
Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Ngurah Wirawan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian seluruh pihak yang turut berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.
“Kami berterima kasih karena ekosistem kawasan industri, tenant, karyawan, dan mitra bergerak kolektif untuk mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT,” kata Ngurah, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut dia, sebagai holding kawasan industri yang berorientasi pada penciptaan nilai, Danareksa terus berupaya memanfaatkan jaringan dan kapasitas yang dimiliki untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penggalangan dana yang terkumpul kemudian dikonversikan menjadi berbagai kebutuhan prioritas sesuai kondisi di lapangan. Bantuan yang disalurkan antara lain berupa 9,5 ton beras, lebih dari 1.100 porsi makanan siap saji, 300 liter minyak goreng, serta lebih dari 500 unit susu siap minum dan susu formula.
Selain kebutuhan pangan, bantuan juga mencakup perlengkapan istirahat seperti kasur lipat, bantal, sarung, dan terpal sebanyak lebih dari 200 unit. Sementara kebutuhan kebersihan keluarga yang diberikan meliputi popok bayi, popok lansia, serta perlengkapan mandi.
Direktur Keuangan, Administrasi, dan Manajemen Risiko PT SIER, Rizka Syafittri Siregar, mengatakan penggalangan dana tersebut menjadi bukti kuatnya semangat solidaritas antarperusahaan dalam ekosistem BUMN.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan gotong royong keluarga besar holding kawasan industri bersama seluruh pihak yang turut berkontribusi. Kami di PT SIER mendapat amanah untuk mengoordinasikan proses penghimpunan hingga penyalurannya agar bantuan dapat diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak,” ujar Rizka.
Ia menjelaskan, kontribusi tidak hanya berasal dari perusahaan, tetapi juga melibatkan karyawan, tenant, mitra, asosiasi, dan berbagai pihak lainnya. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa gerakan kemanusiaan dapat berkembang lebih besar ketika dilakukan secara bersama-sama.
“Yang kami apresiasi adalah semangat kebersamaan dari berbagai pihak. Bantuan tidak hanya datang dari perusahaan, tetapi juga dari karyawan, mitra, asosiasi, dan kawasan industri. Ini menunjukkan bahwa kepedulian dapat tumbuh menjadi kekuatan besar ketika dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
Bantuan hasil penggalangan dana tersebut disalurkan melalui dua skema. Pertama, melalui kolaborasi dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) yang berada di lokasi bencana.
Kemudian, skema kedua dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan telah diserahkan pada 25 Agustus 2026.
Melalui bantuan yang dihimpun tersebut, SIER berharap masyarakat terdampak gempa NTT dapat segera memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.
“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari semua pihak. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban saudara-saudara kita di NTT," pungkasnya. (*)
.png)