KETIK, BATU – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kota Batu, PT Arjuna Triple Nine, kembali menembus pasar internasional melalui ekspor 6.000 kilogram keripik buah dan sayur ke Singapura pada Senin, 12 Oktober 2026.
Pengiriman menggunakan kontainer berukuran 20 feet dengan nilai ekspor mencapai Rp370 juta tersebut menjadi ekspor kedua perusahaan setelah sebelumnya mengirim produknya ke Kanada.
Pemilik Arjuna Triple Nine, Mastuti, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan ekspor tersebut. Ia berharap pencapaian ini menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan pasar produknya ke sejumlah negara lain, termasuk kawasan Timur Tengah.
“Alhamdulillah, semoga nanti akan beberapa kali dan akan lebih besar. Insya Allah nanti akan ada ekspor ke Timur Tengah juga,” ujar Mastuti.
Adapun produk yang dikirim ke Singapura terdiri atas keripik apel, cabai, bawang bombai, ubi, belimbing, kacang panjang, nangka, pisang, dan mangga. Beragam produk tersebut menjadi bagian dari upaya Arjuna Triple Nine mengembangkan usaha olahan hasil pertanian untuk menjangkau pasar luar negeri.
Mastuti mengatakan, keberhasilan yang diraih saat ini merupakan hasil perjalanan usaha yang dirintis dari bawah. Ia juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam mengembangkan bisnis, termasuk kerja sama dengan petani dan masyarakat di sekitar tempat usahanya.
“Terima kasih untuk pihak-pihak yang sudah meluangkan waktunya dan bisa memberi support kepada kami, terutama kami juga UKM yang merintis mulai bawah dari awal. Benar-benar masih merangkak, mulai malam, belum ngerti siapa-siapa,” ungkapnya.
Sebagai warga asli Kota Batu yang tumbuh di lingkungan pertanian, Mastuti mengaku memiliki kedekatan dengan sektor tersebut. Pengalaman sejak kecil membantunya memahami proses budidaya, mulai dari pemilihan bibit hingga cara menanam untuk menghasilkan produk berkualitas.
Ia juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan petani menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya. Selain menjalin kemitraan, Mastuti turut mendampingi petani dalam proses produksi dan berupaya mengenalkan potensi hasil pertanian Kota Batu kepada pasar yang lebih luas.
“Saya dari kecil dibesarkan di petani dan saya asli orang Batu, makanya namanya Arjuna. Saya juga bekerja sama dengan para petani dan mendampingi petani. Karena dari kecil saya juga ikut di lahan pertanian, sedikit banyak saya mengerti soal bibit dan cara menanam supaya menghasilkan yang terbaik,” jelasnya.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengapresiasi keberhasilan Arjuna Triple Nine yang kembali melakukan ekspor. Menurutnya, pencapaian tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM lain untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan usaha sekaligus mengembangkan potensi produk lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Bahwa semangat untuk kemudian konsisten di dalam melaksanakan usaha ini menjadi salah satu taruhan bagi para pengusaha UMKM atau UKM di Kota Batu. Selamat Bu Mastuti untuk ekspor kali ini,” ujar Cak Nur, sapaanya.
Ia mengungkapkan, dirinya pernah mengunjungi tempat usaha Mastuti pada Maret 2025, tidak lama setelah mulai menjalankan tugas di Balai Kota Among Tani. Saat itu, Arjuna Triple Nine telah melakukan ekspor, sehingga pengiriman ke Singapura kali ini menjadi capaian kedua yang disaksikannya.
Politisi PKB ini juga berharap pesanan dari luar negeri dapat terus bertambah, termasuk permintaan yang disebut berasal dari Oman.
Menurutnya, keberhasilan usaha tersebut tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat yang terlibat dalam proses produksi.
“Ini adalah satu tim produksi yang dampaknya juga kepada masyarakat kita. Dan ini salah satu contoh, salah satu bukti bahwa kerja bersinergi, berkolaborasi telah melahirkan sebuah inovasi yang kemudian berhasil menembus pasar dunia,” tuturnya.
Ia menambahkan, dukungan dari berbagai pihak, termasuk perbankan dan bea cukai melalui pendampingan serta edukasi, turut menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pelaku usaha.
Pemerintah Kota Batu pun ingin mempelajari keberhasilan tersebut untuk dijadikan contoh bagi perusahaan dan UMKM lainnya. (*)
