KETIK, MALANG – Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api sebidang berpalang di Jalan Raya Gondang - Ngering, Desa Sumyang Kecamatan Jogonalan Klaten. Insiden yang melibatkan sebuah truk bermuatan pasir bernopol AD 9624 FG dan Kereta Api (KA) Malabar pada Kamis, 27 Agustus 2026 dini hari.
Kerasnya tabrakan menyebabkan truk tersebut hancur dan materialnya berserakan di sekitar lokasi kejadian. Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa baik dari pihak truk maupun kereta.
Akibat kejadian tersebut, berdampak pada gangguan operasional dan turut mempengaruhi keterlambatan perjalanan sejumlah kereta api menuju Stasiun Malang. Yaitu, perjalanan KA 68 Malabar relasi Bandung - Malang dan PLB 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir - Malang.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan kereta api tersebut. Pihaknya memastikan penanganan gangguan dilakukan secara terkoordinasi, dengan mengutamakan keselamatan penumpang maupun petugas.
"Gangguan operasional yang terjadi di wilayah Daop 6 Yogyakarta berdampak pada perjalanan sejumlah kereta. Sehingga diperlukan pengaturan perjalanan dan koordinasi secara bertahap, untuk memastikan perjalanan tetap berlangsung dengan aman," jelasnya, Kamis, 27 Agustus 2026.
Diketahui, proses evakuasi yang terjadi di petak rel Srowot - Klaten tersebut telah selesai dilakukan. Selanjutnya, perjalanan kereta secara bertahap kembali diatur dan dipantau untuk memulihkan pola operasi.
Mahendro menyampaikan, untuk KA 68 Malabar relasi Bandung - Malang berada di Stasiun Palur pada pukul 06.48 WIB. Diperkirakan, kereta tersebut akan tiba di Stasiun Malang pada pukul 11.49 WIB atau terlambat 297 menit.
"Sedangkan untuk PLB 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang berada di Stasiun Walikukun pada pukul 09.48 WIB. Diperkirakan akan tiba di Stasiun Malang pada pukul 14.25 WIB dengan keterlambatan 35 menit," ungkapnya.
Dengan selesainya proses evakuasi sarana, pengaturan perjalanan terus dilakukan untuk mengembalikan pola operasi secara bertahap. Pihaknya juga mengingatkan, bahwa estimasi waktu kedatangan dapat mengalami perubahan menyesuaikan perkembangan kondisi operasional di lapangan.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada penumpang yang terdampak, KAI memberikan service recovery sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bentuk layanan tersebut disesuaikan dengan durasi keterlambatan perjalanan, antara lain berupa makanan ringan atau makanan berat serta minuman.
"Service recovery ini kami berikan sebagai bentuk tanggung jawab kepada penumpang yang terdampak. Kami berharap, layanan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan penumpang selama perjalanan mengalami keterlambatan," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Danang mengimbau kepada para penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Informasi mengenai perkembangan perjalanan akan disampaikan melalui petugas di stasiun maupun kanal informasi resmi KAI.
"Kami akan terus memberikan update terkini kepada penumpang. Proses pengaturan perjalanan juga terus dilakukan, untuk mengembalikan pola operasional secara bertahap," pungkasnya.
.png)