KETIK, TUBAN – Suasana Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Kwan Sing Bio Tuban tampak berbeda pada Kamis 3 September 2026.
Ratusan warga dari berbagai penjuru daerah rela mengantre untuk mendapatkan tumpeng keberkahan dalam puncak prosesi tradisi Sembahyang King Ho Ping atau dikenal masyarakat dengan sembahyang rebutan.
Tradisi tahunan saban bulan ketujuh penanggalan Imlek diselenggarakan sebagai bentuk pendoaan kepada arwah leluhur maupun arwah yang sudah tidak terawat oleh keluarganya.
"Sembahyang ini khusus untuk mendoakan arwah yang tidak disembahyangkan di rumah. Kita kasih makan dan kita doakan. Ini bentuk kepedulian, sekaligus simbol doa dan harapan," ujar Panitia Sembahyang King Ho Ping Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Tio Eng Bo di lokasi Klenteng.
Eng Bo menjelaskan, ritual pendoaan arwah pada bulan ke-7 Imlek tahun 2026 berlangsung selama satu bulan penuh, terhitung sejak 27 Agustus. Namun, penentuan hari H puncak peringatan di tiap klenteng berbeda-beda, menyesuaikan petunjuk dari Dewa utama di masing-masing tempat ibadah
"Sebagai contoh Klenteng Tjoe Ling Kiong Tuban di 30 Agustus 2026 dan Klenteng Kwan Sing Bos Tuban di 3 September 2026," imbuhnya
Pantauan di Klenteng rangkaian ritual diawali dengan ibadah dan doa khusyuk oleh umat Tri Dharma pada pukul 11.00 WIB, sebelum ditutup dengan pembagian ratusan tumpeng kepada warga setempat.
"Hari ini total ada 750 tumpeng yang kami bagikan langsung kepada masyarakat sekitar," sambung pria yang akrab disapa Eng Bo tersebut.
Keriuhan dan kehangatan begitu terasa saat ratusan tumpeng mulai dibagikan. Warga Gang Sumur Srumbung, Kelurahan Sidomulyo, Tuban, Agus mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 10.30 WIB untuk ikut mengantre.
"Iya, antre dari pagi. Alhamdulillah dapat tumpeng, ini semacam nasi berkat buat keluarga di rumah," tutur Agus penuh antusias.
Antusiasme tak hanya datang dari warga lokal yang berburu tumpeng. Umat Tri Dharma dari luar kota berbondong-bondong hadir untuk mengikuti ritual pendoaan. Salah satu umat dari Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro, April sengaja datang memboyong rombongan ke Tuban.
"Sembahyang King Ho Ping ini adalah wujud rasa syukur kita kepada Tuhan, sekaligus penghormatan setinggi-tingginya kepada para leluhur," pungkas April.(*)
