KETIK, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan tengah diminta mengkaji tiga opsi akses konektivitas ke luar daerah.
Diantaranya yakni, Bandara Perintis, Pelabuhan Gelon, dan konektivitas kereta api via Jawa Tengah.
Kajian tersebut dilakukan setelah pemerintah pusat meminta Pemkab Pacitan menentukan akses yang paling tepat sesuai kebutuhan dan kondisi daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapperida Pacitan, Muhammad Chusnul Fauzi mengatakan kajian terhadap ketiga opsi tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
"Dari beberapa usulan akses ke luar daerah itu, pemerintah pusat ada arahan, 'Coba dikaji Pacitan itu yang pas gimana?'," kata Chusnul, Jumat, 11 September 2026.
Salah satu opsi yang turut dikaji adalah konektivitas kereta api via Jawa Tengah.
Pemkab Pacitan melihat kemungkinan reaktivasi jalur kereta, termasuk kaitannya dengan jalur rel yang sudah ada tapi tidak digunakan.
"Kemudian kereta, misalnya rel di Solo-Wonogiri itu apakah memungkinkan reaktivasi dan lain-lain. Meskipun kajiannya ya masih sederhana," ujar pria yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Pacitan itu.
Progres Tol Jogja-Lumajang melintasi Pacitan
Selain tiga opsi tersebut, Pemkab Pacitan juga terus memantau perkembangan rencana pembangunan jalan tol ruas Jogjakarta-Lumajang yang akan melintasi wilayah Pacitan.
Rencana itu tercantum dalam Keputusan Menteri PUPR Nomor 367/KPTS/M/2023 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional Tahun 2020-2040.
Berdasarkan peta perencanaan yang terlampir, jalan tol tersebut berada di sisi utara Jalur Lintas Selatan (JLS).
Memiliki panjang 287 kilometer dan melintasi sejumlah daerah di Jawa Timur, yakni Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang dan Lumajang.
Khusus wilayah Pacitan, ruas tol tersebut direncanakan membentang sepanjang 53 kilometer dan melintasi 8 kecamatan, yakni Donorojo, Punung, Pringkuku, Pacitan, Kebonagung, Tulakan, Ngadirojo dan Sudimoro.
Pemkab juga memperjuangkan pembangunan exit toll di Pacitan agar keberadaan jalan bebas hambatan tersebut dapat terkoneksi langsung dengan kawasan ekonomi daerah.
"Kalau melihat peta sudah ada, nanti exit toll-nya berada di Kecamatan Punung," ujarnya.
Sementara, salah satu kawasan strategis yang masuk perhatian adalah Kecamatan Donorojo.
Chusnul mengatakan kawasan tersebut direncanakan menjadi kawasan ekonomi baru.
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan perkotaan Donorojo juga tengah disusun.
Selain Donorojo, penyusunan RDTR Ngadirojo juga diusulkan.
Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat berkembang apabila didukung konektivitas yang memadai.
Pemkab optimistis rencana pembangunan tol dapat direalisasikan dalam koridor waktu 2020-2040, dengan indikasi penanganan pada 2035 hingga 2039.
"Indikasi penanganannya tahun 2035 hingga 2039," terangnya.
Pemkab Pacitan menyambut baik rencana pembangunan jalan tol tersebut karena diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, termasuk sektor industri manufaktur, transportasi, bisnis dan pariwisata.
"Semoga segera terealisasikan," harapnya.(*)
