PPDI Kedungwaru Gelar Aksi "Dari Kita untuk Kita", Saling Bantu saat Anggota Tertimpa Musibah

3 November 2026 21:44 3 Nov 2026 21:44

Sugeng Hariyadi, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail PPDI Kedungwaru Gelar Aksi "Dari Kita untuk Kita", Saling Bantu saat Anggota Tertimpa Musibah

Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Kedungwaru menyalurkan santunan kepada anggota dalam kategori purna tugas, meninggal dunia, dan sakit di Balai Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Selasa sore, 27 Oktober 2026. (Foto: Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, memiliki program santunan bagi anggotanya yang memasuki masa purna tugas, meninggal dunia, hingga mengalami musibah sakit.

Program tersebut dibiayai secara mandiri melalui iuran rutin sebesar Rp15.000 per perangkat desa setiap bulan.

PPDI Kecamatan Kedungwaru menaungi sekitar 168 perangkat desa yang tersebar di 19 desa.

Dana iuran yang terkumpul dikelola untuk mendukung operasional organisasi sekaligus menjadi sumber pembiayaan program kepedulian sosial bagi anggota.

Ketua PPDI Cabang Tulungagung, Abdul Fatah, melalui Ketua Koordinator Kecamatan (Korcam) Kedungwaru, Lantur, menjelaskan bahwa program santunan tersebut menjadi bentuk kepedulian antarsesama perangkat desa.

Menurutnya, terdapat tiga kategori utama penerima santunan, yakni anggota yang memasuki masa purna tugas atau pensiun, anggota yang meninggal dunia, serta anggota yang mengalami musibah sakit.

"Ibaratnya kita ini organisasi adalah satu rumah tangga. Kalau anak atau bapaknya sakit, yang lain pasti ikut merasakan. Semua ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita demi menjalin persatuan dan kesatuan," ujar Lantur.

Sebagai bentuk pelaksanaan program tersebut, PPDI Kedungwaru menyalurkan santunan kepada sejumlah anggota pada Selasa sore, 27 Oktober 2026, bertempat di Balai Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Penerima santunan terdiri dari P. Sugeng asal Desa Bulusari dalam kategori purna tugas.

Kemudian, santunan kedukaan diberikan kepada ahli waris almarhum Makrus Ashari dari Desa Simo.

Sementara itu, dua anggota yang menerima santunan karena sakit yakni Wisnu Riski Nata Kurnia asal Desa Plosokandang dan Yuda Dwi Laksono asal Desa Bulusari.

Selain menjalankan program santunan, PPDI Kedungwaru juga rutin menggelar pertemuan koordinasi setiap tiga bulan sekali.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi kegiatan organisasi selama tiga bulan sebelumnya sekaligus menyusun strategi dan rencana kerja untuk periode berikutnya.

Lantur berharap semangat kebersamaan dan kepedulian yang dibangun melalui iuran mandiri tersebut dapat terus dipertahankan agar organisasi semakin bermanfaat bagi seluruh anggotanya.

"Wadah itu tergantung yang ngisi. Kalau yang punya manut dan mau bersama memajukan, organisasi akan kuat membawa kebaikan bersama," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

PPDI Abdul Fatah Lantur Ppdi Ppdi Kedungwaru Perangkat Desa Santunan Perangkat Desa Iuran Organisasi Gotong royong Santunan Purna Tugas Santunan Kedukaan Santunan Anggota Sakit Desa Plosokandang Desa Bulusari Desa Simo Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung berita tulungagung info tulungagung