KETIK, JAKARTA – Pesawat jet bisnis pribadi Learjet 60 yang membawa sembilan orang jatuh dan meledak di Palm Beach, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu, 1 November 2026.
Kecelakaan tersebut menewaskan seluruh orang yang berada di dalam pesawat, terdiri dari dua awak pesawat, yakni pilot dan co-pilot, serta tujuh penumpang.
Kesembilan korban telah diketahui identitasnya. Mereka adalah Jeff Gregory (55), Nathalia Gadelha Filgueiras (20), Adam Robinson (45), Helen Sharp (40), Emme Robinson (4), Charlie Robinson (2), Rachael Reed, Charmi Fehr, dan Anita Maria Apellido Cetina.
Insiden jatuhnya pesawat jet pribadi tersebut terekam kamera dasbor (dashcam) sebuah kendaraan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah orang yang melintas di area tersebut juga turut merekam situasi dan kondisi setelah pesawat jatuh. Rekaman-rekaman tersebut memperlihatkan dahsyatnya kecelakaan yang terjadi.
Pesawat dengan nomor registrasi N722BD itu diketahui sedang dalam penerbangan dari Austin, Texas, menuju North Eleuthera, Bahama. Detik-detik menjelang kecelakaan juga terekam dalam komunikasi antara awak pesawat dan petugas Air Traffic Control (ATC).
Berdasarkan rekaman komunikasi tersebut, situasi awalnya masih terpantau terkendali. Co-pilot sempat melaporkan adanya pembentukan es pada bagian sayap pesawat serta turbulensi sedang. Namun, beberapa waktu kemudian, kondisi berubah drastis ketika pesawat tiba-tiba mengalami penurunan ketinggian dengan kecepatan sekitar 8.000 hingga 10.000 kaki per menit.
“2BD, we’re descending 8.000. Mayday, mayday. We’re descending 10.000 feet per minute,” terdengar teriakan co-pilot dalam rekaman komunikasi tersebut.
Kondisi semakin menegangkan ketika pesawat dilaporkan mengalami penurunan dengan kecepatan yang tidak terkendali (overspeed), mencapai sekitar 20.000 hingga 22.000 kaki per menit. Pesawat juga disebut berada dalam posisi kemiringan hingga 60 derajat.
“We are descending 22.000 feet and we are banking 60 degrees,” teriak co-pilot yang terdengar dalam rekaman tersebut.
Tak lama setelah itu, co-pilot kembali terdengar berteriak bahwa mereka kehabisan waktu dan pesawat akan jatuh. Setelahnya, komunikasi antara pesawat dan petugas ATC terputus.
Gubernur Florida, Ron DeSantis, turut menyampaikan tanggapannya mengenai kecelakaan tersebut. Ia menggambarkan insiden itu sebagai kecelakaan yang dahsyat ketika berada di lokasi kejadian.
“Pesawat itu jatuh seperti rudal dan menimbulkan ledakan besar, dengan puing-puing yang beterbangan ke segala arah. Melihat orang-orang kehilangan nyawa dengan cara seperti itu merupakan hal yang sangat tragis,” ungkap Ron DeSantis, dikutip dari akun X @PBCountySheriff.
Benturan pesawat dengan permukaan tanah memicu ledakan besar yang membuat puing-puing badan pesawat berserakan di sekitar lokasi kejadian. Ledakan tersebut juga menyebabkan terbentuknya kawah besar di pinggir jalan.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan pesawat Learjet 60 tersebut belum dapat dipastikan. Insiden ini masih dalam penyelidikan National Transportation Safety Board (NTSB) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pesawat kehilangan kendali hingga akhirnya jatuh dan meledak. (*)
