Listrik Batam Pulih 100 Persen, Distribusi Air Bersih Diklaim Capai 85 Persen

14 Oktober 2026 20:20 14 Okt 2026 20:20

Amron Hermanto, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Listrik Batam Pulih 100 Persen, Distribusi Air Bersih Diklaim Capai 85 Persen

Gedung Badan Pengusahaan Batam (BP Batam)

KETIK, BATAM – Pasokan listrik di Batam dilaporkan telah pulih sepenuhnya setelah gangguan yang terjadi sejak Senin (12/10/2026). Meski demikian, pemulihan layanan air bersih masih berlangsung secara bertahap. Hingga Rabu pagi, 14 Oktober 2026, sekitar 80–85 persen wilayah pelanggan telah kembali menerima aliran air pada elevasi normal.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad mengatakan, berdasarkan informasi terbaru yang diterimanya, pasokan listrik di Batam telah kembali normal setelah PLN Batam melakukan penanganan intensif.

“Berdasarkan informasi terbaru yang kami terima, kondisi kelistrikan Batam sudah pulih 100 persen,” tegas Amsakar, Rabu, 14 Oktober 2026. 

Menurut Amsakar, pemulihan listrik tidak hanya berkaitan dengan normalisasi jaringan, tetapi juga memastikan masyarakat kembali beraktivitas, kebutuhan dasar terpenuhi, dan pelayanan publik berjalan normal.

Sejak gangguan terjadi, BP Batam terus berkoordinasi dengan Direksi PLN Batam dan jajaran terkait untuk memantau penanganan serta mendorong percepatan pemulihan.

“Kami memahami seluruh lapisan masyarakat merasakan langsung dampak gangguan ini. Karena itu, sejak awal kami terus berkoordinasi dengan PLN Batam dan seluruh pihak terkait agar penanganan berjalan cepat dan langkah-langkah yang diperlukan segera dilakukan. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat,” ujarnya.

 

Distribusi Air Bersih Berangsur Pulih

Normalisasi pasokan listrik belum langsung memulihkan seluruh layanan yang terdampak. Distribusi air bersih, misalnya, masih membutuhkan waktu karena jaringan perpipaan harus kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil.

Data BP Batam per Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB mencatat sekitar 80–85 persen wilayah pelanggan telah kembali menerima aliran air pada elevasi normal. Untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih terdampak, BP Batam menyiapkan 319 trip mobil tangki.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano menjelaskan, beroperasinya kembali instalasi pengolahan air tidak otomatis membuat seluruh pelanggan langsung menerima pasokan secara normal.

“Jaringan perpipaan membutuhkan waktu untuk kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil. Wilayah yang berada di ujung jaringan maupun kawasan dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama,” jelas Denny.

BP Batam memperkirakan pemulihan seluruh jaringan perpipaan masih membutuhkan waktu. Selama proses tersebut, mobil tangki menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Distribusi bantuan diprioritaskan bagi fasilitas kesehatan, rumah sakit, rumah ibadah, serta permukiman yang masih mengalami gangguan. BP Batam juga mengimbau warga yang belum menerima air secara normal untuk mengikuti informasi resmi mengenai penyaluran bantuan dan perkembangan pemulihan di wilayah masing-masing.

Gangguan listrik turut memengaruhi sektor industri dan pelaku usaha yang membutuhkan pasokan energi untuk menjalankan kegiatan operasional. Karena itu, BP Batam turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi sekaligus mendengarkan kendala yang dihadapi masyarakat dan dunia usaha.

Melalui Kedeputian Bidang Investasi yang dipimpin Fary Djemy Francis, BP Batam mengunjungi sejumlah kawasan industri, investor, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit, pada Rabu (14/10/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan memperoleh gambaran langsung mengenai dampak gangguan, menyampaikan perkembangan penanganan, dan menjaga komunikasi dengan para pelaku usaha.

“Kami mengapresiasi kerja keras PLN Batam dalam mempercepat pemulihan. Dalam keadaan seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga kepedulian dan kebersamaan. BP Batam ingin hadir, mendengar, dan memastikan masyarakat serta pelaku usaha tidak menghadapi kesulitan ini sendirian,” ujar Fary.

Selain memantau sektor industri, BP Batam berkoordinasi dengan pengelola layanan air minum, rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan pihak terkait lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan dampak gangguan terhadap pelayanan publik dapat ditangani dengan baik.

Sejumlah perwakilan dunia usaha juga mengapresiasi upaya pemulihan PLN Batam dan perhatian BP Batam yang menemui pelaku usaha secara langsung. Koordinasi tersebut diharapkan mempercepat pemulihan kegiatan ekonomi sekaligus membantu menyelesaikan kendala yang masih dihadapi.

Amsakar menegaskan, pemerintah tidak akan berhenti pada pemulihan pasokan listrik. BP Batam dan Pemerintah Kota Batam terus memantau layanan dasar, aktivitas masyarakat, serta kegiatan usaha agar seluruh sektor kembali beroperasi secara optimal.

“Tidak ada satu pun dari kita yang menginginkan situasi seperti ini. Kita memahami dampaknya dirasakan oleh masyarakat dari berbagai lapisan. Alhamdulillah, berdasarkan informasi yang kami terima, kondisi kelistrikan saat ini telah pulih sepenuhnya. Kita patut menghargai kerja keras seluruh pihak yang telah berupaya menangani gangguan ini. Pemerintah akan terus mengawal agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan kebutuhan warga tetap terpenuhi,” ujar Amsakar.

Ia mengatakan, sejak hari pertama gangguan berdampak, dirinya telah meminta jajaran BP Batam dan Pemkot Batam turun langsung memeriksa kondisi pelayanan dasar, masyarakat, hingga dunia usaha sesuai tugas masing-masing.

“Sejak hari pertama berdampak, saya meminta seluruh jajaran baik di BP Batam maupun di Pemko Batam sesuai dengan tusinya agar turun dan mengecek setiap layanan dasar, masyarakat hingga dunia usaha. Pelayanan air terus kami monitor dan berangsur pulih. Kami juga pastikan pelayanan Rumah Sakit, Pelabuhan, Bandara tetap berjalan normal. Termasuk efek ekonomi kita pantau, UMKM hingga pelaku usaha seluruh aspek harus mendapatkan pendampingan optimal,” tegas Amsakar.

Menurutnya, gangguan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat koordinasi antarlembaga, meningkatkan keandalan infrastruktur, dan memperbaiki kualitas pelayanan publik di Batam.

Amsakar juga mengajak masyarakat tetap tenang dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif. Ia berharap seluruh layanan segera kembali optimal sehingga aktivitas warga dan operasional dunia usaha dapat berjalan lancar.

“Mari kita hargai upaya dan kerja keras semua pihak, sekaligus menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk berbenah dan memperbaiki pelayanan ke depan. Pemerintah akan terus mengawal prosesnya. Yang terpenting, mari kita jaga Batam tetap aman, kondusif, dan nyaman bagi semua. Semoga ke depan seluruh pelayanan semakin baik, aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar, dan dunia usaha dapat beroperasi dengan optimal,” tutup Amsakar. (*)

Tombol Google News

Tags:

BP Batam Pemulihan Listrik Listrik Batam Amsakar Achmad PLN Batam distribusi air bersih Gangguan Listrik Layanan Publik Batam