Gelombang Tinggi di Perairan Laut Selatan, Nelayan Diimbau Cermati Batas Angin-Gelombang

20 September 2026 20:40 20 Sep 2026 20:40

Nani Ekowati, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gelombang Tinggi di Perairan Laut Selatan, Nelayan Diimbau Cermati Batas Angin-Gelombang

Gelombang Tinggi di Perairan Laut Selatan, BMKG Cilacap Imbau Nelayan Cermati Batas Angin-Gelombang. (Foto: Nani Eko/ketik.com)

KETIK, CILACAP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap memprakirakan gelombang maksimum dapat mencapai 4 meter.

Hal tersebut sebagai peringatan terhadap aktivitas berlayar di perairan laut selatan Cilacap dan perlu mendapat perhatian dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan dini tersebut berlaku selama empat hari, mulai Sabtu, 19 September hingga Selasa pagi, 22 September 2026.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, meminta nelayan dan pengguna jasa maritim memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas.

"Secara umum, cuaca di wilayah perairan Cilacap, Kebumen, hingga Purworejo diprediksi didominasi kondisi cerah," ujarnya. 

Angin di kawasan tersebut umumnya bergerak dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 3 sampai 18 knot.

Meski demikian, kondisi gelombang di setiap wilayah perairan tidak sama.

Perairan selatan Kebumen dan Purworejo diperkirakan mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang masuk kategori sedang.

Sementara itu, perairan selatan Cilacap berpotensi mengalami gelombang maksimum 2,5 hingga 4 meter atau masuk kategori tinggi.

“Cukup menjadi perhatian terhadap perairan di Cilacap, bahwa ketinggian gelombang maksimum lautnya bisa mencapai 2,5-4 meter, atau kategori tinggi,” pungkas Teguh.

BMKG juga menetapkan sejumlah kondisi yang perlu menjadi perhatian bagi berbagai jenis kapal.

Perahu nelayan disarankan meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Untuk kapal tongkang, kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.

Sementara kapal feri perlu lebih berhati-hati apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Peringatan tersebut menjadi acuan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut untuk mempertimbangkan kondisi perairan sebelum menjalankan aktivitas.

Kondisi gelombang tinggi di selatan Cilacap juga perlu diantisipasi selama periode peringatan dini berlangsung hingga 22 September 2026. (*)

Tombol Google News

Tags:

BERITA CILACAP Bmkg Cilacap Kondisi Perairan Cilacap