Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang, Ini Tanggapan Kepala SPPG Mangunan

4 September 2026 11:38 4 Sep 2026 11:38

Syaiful Arif, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang, Ini Tanggapan Kepala SPPG Mangunan

Dugaan keracunan makanan MBG pelajar SMPN I Kabuh, Jombang. (Foto: Syaiful Arif/Ketik.com)

KETIK, JOMBANG – Dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami ratusan warga SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, masih menjadi perhatian. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan kini tengah menelusuri penyebab munculnya keluhan kesehatan setelah 256 siswa dan guru menyantap menu MBG.

Keluhan kesehatan mulai dirasakan setelah menu MBG dibagikan pada Rabu, 2 September 2026. Sejumlah siswa dan guru mengalami gejala seperti diare hingga membutuhkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan pada Kamis, 3 September 2026.

Pemilik SPPG Brumbung di Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Sumadi, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Menurut dia, salah satu menu yang disajikan dalam paket MBG pada hari itu adalah udang saus Padang. Menu tersebut kini menjadi salah satu bahan yang diperiksa karena diduga berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan.

"Menu kemarin ya udang saus Padang itu," ujar Sumadi, Jumat, 4 September 2026.

Meski demikian, Sumadi menegaskan pihak SPPG belum dapat memastikan bahwa udang menjadi penyebab keracunan. Kepastian mengenai sumber gangguan kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Ia juga menjelaskan bahwa proses produksi makanan MBG dilakukan secara bertahap. Dalam sehari, dapur SPPG memasak sebanyak empat kali untuk memenuhi kebutuhan distribusi kepada para penerima manfaat.

Untuk pengiriman pertama, proses memasak telah dimulai sekitar pukul 02.00 WIB. Makanan kemudian dikirim sekitar pukul 07.00 WIB.

Terkait kondisi siswa dan guru SMPN 1 Kabuh yang mengalami keluhan kesehatan, SPPG Mangunan juga membahas langkah penanganan terhadap para korban.

Sumadi mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan bentuk tanggung jawab, termasuk kemungkinan biaya pemeriksaan dan penanganan kesehatan korban ditanggung oleh SPPG.

"Mestinya begitu, biar selesai dulu," katanya.

Sementara itu, Kepala SPPG Mangunan Chakra Risky Fortuna sebelumnya menyebut bahan udang menjadi salah satu dugaan sementara yang sedang ditelusuri.

Namun, dia menegaskan dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan. Pihak SPPG masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui secara pasti penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan warga sekolah tersebut.

"Kalau dari indikasi, kemungkinan kita masih curiga terhadap udangnya," kata Chakra.

Chakra memastikan pengolahan makanan MBG telah dilakukan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP). Bahan makanan yang digunakan untuk menu tersebut juga diterima sehari sebelum makanan didistribusikan.

Menurut dia, penerimaan bahan sehari sebelum pengolahan tersebut telah mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan program MBG.

Dari pemeriksaan awal berdasarkan keterangan petugas dapur, udang yang digunakan untuk menu saus Padang juga tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan ketika dimasak.

"Udangnya sendiri waktu dimasak tidak bau, masih segar. Makanya masih dicari penyebabnya," ujar Chakra.

Dengan demikian, penyebab pasti dugaan keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. SPPG Mangunan menyatakan proses penelusuran terus dilakukan untuk memastikan sumber gangguan kesehatan yang dialami 256 siswa dan guru tersebut.(*)

Tombol Google News

Tags:

Keracunan MBG Smpn 1 Kabuh Sppg Mangunan