Blitar Kirim Bantuan Rp350 Juta ke NTT, Donasi Dibuka hingga 20 September

25 Agustus 2026 11:24 25 Agt 2026 11:24

Favan Abu R.

Editor
Thumbnail Blitar Kirim Bantuan Rp350 Juta ke NTT, Donasi Dibuka hingga 20 September

Bupati Blitar, Rijanto saat memberangkatkan bantuan ke NTT, Selasa 25 Agustus 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Kepedulian terhadap korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), datang dari Kabupaten Blitar.

Pemerintah Kabupaten Blitar memberangkatkan bantuan kemanusiaan senilai sekitar Rp350 juta untuk warga terdampak gempa yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026 lalu.

Bantuan diberangkatkan langsung oleh Bupati Blitar Rijanto dari halaman Kantor Pemkab Blitar, Selasa 25 Agustus 2026.

Tiga truk dikerahkan untuk mengangkut berbagai kebutuhan pokok, sementara satu bus membawa 20 relawan BPBD Kabupaten Blitar yang akan mendampingi proses pengiriman bantuan.

Yang menarik, bantuan tersebut bukan hanya berasal dari pemerintah daerah. Sejumlah unsur masyarakat ikut bergerak, mulai dari ASN, TNI-Polri, pengusaha peternakan, koperasi, produsen susu, pelaku UMKM hingga organisasi pengusaha penggilingan padi.

Ribuan kilogram bahan pangan dikumpulkan dalam waktu singkat untuk kemudian dikirim melalui jalur kemanusiaan ke NTT.

Total bantuan yang diberangkatkan terdiri dari 8.778 kilogram telur, 2.650 kilogram beras, 2.000 kilogram gula, 356,5 kilogram sambal pecel, 627 dus susu dan 10 dus mi instan.

Bantuan telur menjadi salah satu komoditas terbesar yang dikirim. Pasokan tersebut dihimpun dari sejumlah koperasi dan pelaku usaha peternakan di Kabupaten Blitar.

Sementara itu, produk susu berasal dari sejumlah koperasi dan perusahaan, sedangkan gula disumbangkan PT SGN melalui PG Mojopanggung dan PG Ngadirejo serta PT RMI.

Beras dikumpulkan melalui Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi), sedangkan sambal pecel melibatkan sejumlah perangkat daerah dan pelaku UMKM.

Bupati Blitar Rijanto mengatakan pengiriman bantuan tersebut bukan sekadar distribusi barang, tetapi menjadi bentuk solidaritas warga Blitar kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi masa sulit.

“Musibah yang terjadi di NTT adalah duka kita bersama. Sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” kata Rijanto.

Menurutnya, gerakan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat bergerak cepat ketika banyak pihak mengambil peran.

Bahkan, sebagian besar bantuan berhasil dihimpun hanya dalam waktu satu hari dan langsung diwujudkan menjadi kebutuhan yang dapat dikirim kepada masyarakat terdampak.

“Terima kasih kepada seluruh ASN dan donatur yang telah berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal jarak. Dari Kabupaten Blitar untuk NTT, kita kirimkan bantuan sekaligus doa agar masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Bantuan dari Kabupaten Blitar selanjutnya akan dikumpulkan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur bersama bantuan dari kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.

Pengiriman menuju NTT rencananya menggunakan jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Kamis pagi.

Rijanto juga berpesan kepada para relawan yang membawa bantuan agar memastikan seluruh barang tiba dalam kondisi baik.

“Semoga para relawan yang ikut berangkat mengirim logistik bantuan diberikan keselamatan di perjalanan. Tolong bantu jaga barang bantuan agar utuh, tidak rusak sampai tujuan,” tuturnya.

Pemkab Blitar tidak berhenti pada pengiriman bantuan tahap pertama. Pemerintah daerah masih membuka donasi hingga 20 September 2026 bagi masyarakat maupun pihak lain yang ingin ikut membantu korban gempa NTT.

“Jika ada yang mau menyumbang, bisa melalui rekening BRI PMI Kabupaten Blitar atau Bank Jatim BPBD Kabupaten Blitar. Insyaallah sampai tanggal 20 September nanti kita buka donasi dan akan diserahkan kepada korban terdampak,” jelas Rijanto.

Ia berharap solidaritas tersebut terus berkembang sehingga bantuan yang diterima masyarakat terdampak dapat semakin banyak dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Bagi Pemkab Blitar, jarak ribuan kilometer bukan alasan untuk membiarkan sesama anak bangsa menghadapi bencana seorang diri.

Dari Blitar, bantuan dikirim bersama satu pesan sederhana: ketika bencana datang, gotong royong tidak mengenal batas wilayah.

Tombol Google News

Tags:

Bupati Blitar Rijanto bantuan ntt Gempa Bumi