KETIK, SURABAYA – Kantor media Ketik Surabaya menerima kunjungan Chief of Field Office UNICEF area Jawa yang berkantor di Surabaya, Arie Rukmantara, Senin, 19 Oktober 2026.
Dalam kunjungannya, pria yang pernah berprofesi sebagai jurnalis nasional ini memberikan semangat motivasi kepada para mahasiswa-mahasiswi yang sedang menjalani program magang di Ketik.
Salah satu cerita motivasi yang Arie sampaikan dari karier. Ia mengatakan, tidak pernah menyebarkan curriculum vitae (CV) ke berbagai perusahaan, melainkan dengan menunjukkan etos kerja.
"Melamar itu enggak harus membuat CV dan harus ngarang-ngarang, melamar itu dari reputasi," katanya.
Pengalamannya tidak melamar kerja, melainkan mendapatkan tawaran kerja dari saat menjadi jurnalis. Ketika itu, Arie menjelaskan sering menulis berita mengenai kesehatan dan lingkungan.
"Dulu saya di The Jakarta Post sering menulis isu-isu kesehatan seperti flu burung dan lingkungan," lanjutnya.
Menurutnya bekerja di sana, salah satu previllage yang didapatkan. Laporan beritanya di The Jakarta Post mendapatkan banyak pembaca dari luar negeri.
"Hingga akhirnya, kalau enggak salah di Agustus 2005, pimpinan UNICEF datang ke sebuah seminar. Saya hadir juga, tetap kami lagi break lunch, dia duduk, kamu mau join UNICEF," cerita Arie.
CEO Ketik Kiagus Firdaus dan Chief of Field Office UNICEF area Arie Rukmantara dalam kunjungannya ke kantor Ketik. (Foto: Fitra/Ketik.com)
Setelah mendapatkan tawaran itu, ia lantas dengan mantap mengatakan mau untuk bergabung dengan UNICEF. Dimana salah satu perusahaan yang sudah lama ia impikan bisa bekerja di sana. "Ini cita-cita saya dari 17 tahun," singkatnya.
Singkat cerita, setelah bekerja selama lima tahun di UNICEF, Arie kembali mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan PR milik Richard Edelman.
"Salah satu bawahannya Chad Macleod, terus dia datang ke saya, tanya. Saya punya account baru di European Union. Staf saya nggak bisa ngerjakan. Seketika saya terima tantangan baru. Posisi saya senior manager, berkantor di San Francisco," ujarnya.
Selama tujuh tahun di San Francisco, dirinya kembali dipanggil kembali ke UNICEF untuk kembali di Indonesia. Namun, Arie mengatakan enggan bekerja di Jakarta.
"Saya bilang sama Bu Nila, beliau yang memberikan tawaran. Saya bilang enggak mau kalau ke Jakarta, terus beliaunya bilang ke Surabaya menemani Bu Risma. Ah ini baru menarik menurut saya," ceritanya.
Hingga sekarang dirinya bekerja di UNICEF Surabaya. Motivasinya, jangan menutup diri dari peluang. "Dimanapun kalian lahir, di Rangkas, di Lebak, di Serang di Wonosobo, di Bondowoso jangan tutup pintu ke dunia. Lamaran diri, lapangan kerja enggak hanya di sini," pungkasnya. (*)
