KETIK, TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni resmi melepas 25 atlet gateball Banten yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball 2026 di Cibubur, Jakarta Timur.
Pelepasan kontingen Persatuan Gateball Indonesia (Pergatsi) Provinsi Banten tersebut berlangsung di Kantor Kerja Gubernur Banten, Jelupang, Kota Tangerang Selatan, Senin 19 Oktober 2026.
Sebanyak 25 atlet tersebut merupakan bagian dari 29 delegasi Banten yang dikirim ke Kejurnas, terdiri dari 25 atlet dan 4 ofisial.
Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan pembangunan sektor olahraga memiliki peran strategis bagi masyarakat Banten. Selain untuk meningkatkan kualitas hidup, olahraga juga menjadi ruang pembinaan prestasi.
"Pembangunan olahraga memiliki dua dimensi yang harus kita perkuat secara bersamaan. Pertama, olahraga sebagai sarana meningkatkan kesehatan, kebugaran, dan kualitas hidup. Kedua, sebagai ruang pembinaan prestasi yang melahirkan atlet-atlet unggul untuk berkompetisi di tingkat regional, nasional, bahkan internasional," ujar Andra Soni.
Menurut Andra Soni, pelepasan ini merupakan wujud dukungan nyata sekaligus kepercayaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kepada para atlet. Ia berharap kontingen Banten mampu menunjukkan kualitas terbaik dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
"Atas nama Pemprov Banten, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta jajaran pengurus Pergatsi yang telah melakukan persiapan matang. Jadikan pengalaman di kejurnas ini sebagai bekal untuk terus berkembang," kata dia.
Lebih lanjut, Andra Soni mendorong pengurus Pergatsi Banten untuk terus bersinergi dengan para pemangku kepentingan dalam memasyarakatkan olahraga gateball.
"Sehingga ke depan, gateball bisa menjadi salah satu olahraga pilihan masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pergatsi Provinsi Banten M. Tranggono menjelaskan, Kejurnas Gateball 2026 akan diselenggarakan pada 19 hingga 24 Oktober 2026 di Lapangan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) Cibubur, Jakarta Timur.
"Keikutsertaan dalam kejurnas ini merupakan komitmen kami untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas atlet serta sistem pembinaan di Provinsi Banten," kata Tranggono. (*)
