Gelar Dies Natalis Ke-65, UIN Malang Habiskan Rp1,3 Miliar untuk Penghargaan Kinerja Satu Tahun

29 Oktober 2026 08:06 29 Okt 2026 08:06

Nurul Aliyah, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gelar Dies Natalis Ke-65, UIN Malang Habiskan Rp1,3 Miliar untuk Penghargaan Kinerja Satu Tahun

Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam rangka Dies Natalis Ke-65 pada Rabu 28 Oktober 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Memperingati Dies Natalis ke-65, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dengan memberikan penghargaan kepada sivitas akademika yang telah berkomitmen untuk memajukan kampus pada Rabu, 28 Oktober 2026 di Rektorat Lantai 5 UIN Malang.

Dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun UIN Malang bertajuk 65th Lustrum XIII, beberapa pimpinan, mahasiswa, hingga tendik mendapatkan penghargaan dari rektor UIN Malang. Penghargaaan ini sebagai apresiasi selama satu tahun bekerja keras dalam pengembangan kampus.

Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana mengungkapkan bahwa total dana yang digunakan untuk memberikan hadiah mencapai Rp1,3 miliar. Menurutnya, penghargaan ini merupakan sebuah prestis bagi peraihnya. Ia berharap agar di tahun mendatang lebih banyak dosen, tendik, hingga pimpinan yang mendapatkan penghargaan. 

"Tidak tanggung-tanggung hadiah yang kita berikan kepada dosen, kepada tendik, kepada pimpinan tadi senilai Rp1,3 miliar. Tentu ini angka yang kecil dibandingkan angka yang besar tentunya, tetapi bukan itu, penghargaan ini adalah sebuah prestis", ujarnya.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa UIN Malang bisa semakin maju dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyampaikan jika tahun ini belum mendapatkan penghargaan, maka pimpinan bersama dosen dan tendik bersatu untuk berupaya bisa menjadi lebih baik.

Prof. Ilfi Nur Diana mengungkapkan bahwa di tahun 2026, UIN Malang telah berhasil menduduki peringkat-peringkat tingkat global dan nasional. Ia menyampaikan perjalanan panjang UIN Malang sejak 65 tahun yang lalu, hingga mendapat peringkat PTKIN terbaik nomor 2 versi Times Higher Education (THE).

Menurutnya, pencapaian tersebut adalah kerja yang luar biasa dari para pendahulu yang telah memulai dari awal. Prof. Ilfi Nur Diana menyampaikan bahwa saat ini hanya melanjutkan untuk bisa bergerak, dinamis, dan progesif.

Foto Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana bersama jajarannya memberikan penghargaan kepada pimpinan fakultas sebagai bentuk apresiasi atas kinerja selama satu tahun. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana bersama jajarannya memberikan penghargaan kepada pimpinan fakultas sebagai bentuk apresiasi atas kinerja selama satu tahun. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Sehingga, pencapaian UIN Malang saat ini bukan hanya prestasi rektor tetapi juga capaian para dosen, tendik, dan pimpinan yang turut serta dalam pengembangan kampus.

"Capaian kita saat ini bukanlah capaian mereka, tetapi capaian kita semua, para pimpinan, para dosen, dan juga tendik, arena itu saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya," jelas Prof. Ilfi Nur Diana.

Pencapaian ini juga menjadi bukti bahwa pimpinan tidak pasif dalam membangun sebuah perguruan tinggi yang maju. Prof. Ilfi Nur Diana menegaskan bahwa semua sivitas akademika UIN Malang ikut bergerak dalam menciptakan reputasi dan rekognisi dan reputasi internasional.

"Ini menunjukkan bahwasannya para pimpinan tidak diam, mulai dari Wakil Rektor, Kaprodi, Ketua Lembaga. Semuanya bergerak untuk mencapai sebuah kemajuan untuk mencapai rekognisi dan reputasi internasional," tutur Prof. Ilfi Nur Diana.

Tak hanya itu, Prof. Ilfi Nur Diana juga menegaskan agar pesantren tak perlu ragu untuk memberikan izin santrinya untuk berkuliah di UIN Malang. Sebab, para penghafal Al-Quran juga diberikan apresiasi dalam acara ini. Para penghafal Al-Quran terbaik ini langsung mendapatkan hadiah berupa uang dolar dari Yayasan Assalam Uni Emirat Arab di kantor Mesir.

Sementara itu, para santri yang telah mendapatkan penghargaan berupa Golden tiket untuk berkuliah di UIN Malang tanpa tes. Tentunya ini akan memantik para santri untuk memiliki semangat dalam mengemban ilmu di perguruan tinggi.

Dalam pencapaian ini, Prof. Ilfi Nur Diana menekankan agar penghargaan dapat menjadi motivasi untuk bisa membawa kemajuan bagi para dosen, tendik, hingga pimpinan.

"Tentu ini bukan sesuatu yang menjadi bangga-banggaan, tetapi justru ke depan harus terus menjadi pembawa bendera kemajuan kepada UIN Malang," ucap perempuan yang biasa dipanggil Bunda Rektor tersebut.(*)

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang Dies Natalis Ke-65 UIN Maliki Malang Kampus Malang Kota Malang Ilfi Nur Diana