KETIK, MALANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang melaporkan proyeksi pertumbuhan ekonomi wilayah kerja Malang mencapai 5,1%-5,8% (yoy) pada Rabu, 26 Agustus 2026. Data ini mengalami peningkatan dari lebih tinggi hingga melebihi dari pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan Nasional.
Dalam data yang dilaporkan oleh BI Malang, prospek perekonomian global masih lemah dengan ketidakpastian pasar keuangan yang masih tetap tinggi. Pada tahun 2025 dah 2026, Ekonomi global diperkirakan melambat. Di tahun 2025, ekonomi dunia pada presentase 3,4%, namun di tahun 2026, turun menjadi 3,0%.
Hal ini juga terjadi sebab adanya gangguan perdagangan dan ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. Dalam mengantisipasi penurunan ekonomi global, kebijakan moneter global harus semakin hati-hati untuk jaga stabilitas harga. Sehingga, perlu adanya kebijakan fisikal dan moneter di tingkat global.
"Di tengah ketidakpastian global ini, Bank Indonesia tidak hanya hadir untuk menjaga stabilitas perekonomian semata. Kami memastikan stabilitas tersebut menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Kepala KPwBI Malang, Indra Kuspriyadi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi masih tetap terjaga baik. Dalam data triwulan II, ekonomi Indonesia tumbuh konsisten, mulai dari 2021 pertumbuhan tercatat 3,70% (yoy), 2022 mencapai 5,31% (yoy), 2023 pada 5,05%, 2024 tercatat 5,03%, 2025 meningkat menjadi 5,11%, dan 2026 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,29%.
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia ini disebabkan oleh konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi, ekspor barang dan jasa, serta impor barang dan jasa. Tentunya, ini menjadi peningkatan yang baik untuk tetap dapat menjaga kestabilan ekonomi Indonesia di tengah banyaknya krisis ekonomi akibat ketegangan geopolitik.
Sementara itu, Perekonomian di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang telah mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja BI Malang tumbuh 5,71% (yoy) melebihi Jawa Timur hingga Nasional.
Pertumbuhan ekonomi ini disebabkan dengan banyaknya pengeluaran pada tahun 2025 dan yang terbesar adalah untuk pembentukan modal tetap bruto tercatat 5,56%. Sementara konsumsi akhir rumah tangga masuk pada urutan kedua 4,89%.
Dalam hal ini, KPwBI memproyeksi ekonomi Wilker BI Malang tahun 2026 tumbuh di kisaran 5,1% hingga 5,8%.
Selain itu, Kepala Unit Implementasi Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Malang, Shomita F. Insany menyampaikan inflasi di Wilayah Kerja BI Malang masih terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1%. Tepat di bulan Juli 2026, Kota Malang mencapai 2,83% dalam perkembangan inflasi.
Shomita juga menyampaikan bahwa peran Bank Indonesia bukan hanya berkaitan dengan stabilitas harga dan nilai tukar pada pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga telah diatur dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), terkait kontribusi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Dalam keputusan rapat Dean Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2026, BI menerapkan bauran kebijakan atau policy, mulai dari kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.
BI tetap mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% dengan tujuan memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang kian menurun karena tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.
Sementara itu, kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial Pendalaman Pasar Uang (KLM PPU).
Dalam kebijakan sistem pembayaran, BI telah meningkatkan pelayanan dengan menghadirkan pembayaran digital dan turut mendukung kegiatan ekonomi. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus mengalami peningkatan di Malang Raya.
BI juga menghadirkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Retail. Serta, pembebasan tarif Merchant Discount Rate (MDR) QRIS sebesar 0% berlaku untuk transaksi tertentu pada berbagai skala usaha.(*)
.png)