Sempat Redup, Mainan Fingerboard Kembali Digandrungi Warga Malang

7 Juli 2026 17:54 7 Jul 2026 17:54

Kukuh Kurniawan, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sempat Redup, Mainan Fingerboard Kembali Digandrungi Warga Malang

Jordan, karyawan Take Toys Hobby, menata deretan mainan fingerboard di toko yang berlokasi di Jalan Semeru, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa, 7 Juli 2026. Tren fingerboard kembali menggeliat dan diminati kalangan remaja hingga dewasa. (Foto: Kukuh/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Sempat redup beberapa tahun silam, kini mainan fingerboard kembali digandrungi di Kota Malang. Mainan ini merupakan miniatur skateboard yang dimainkan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah untuk melakukan berbagai trik.

Geliat kembalinya tren ini terlihat di toko mainan Take Toys Hobby di Jalan Semeru, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Toko yang telah berdiri sejak 2019 tersebut ramai didatangi kalangan remaja hingga dewasa yang berburu papan seluncur mini tersebut.

Karyawan Take Toys Hobby, Jordan, mengatakan mainan fingerboard kembali booming sejak awal 2026 dan terus berkembang hingga saat ini.

"Dulu pernah booming pada 2010, lalu sempat meredup, dan kini kembali booming. Dalam setahun, produsennya bisa merilis empat hingga lima seri," ujarnya kepada Ketik.com, Selasa, 7 Juli 2026.

Di tokonya, hanya tersedia fingerboard merek Tech Deck yang dibanderol seharga Rp70 ribu. Meski saat ini masyarakat lekat dengan penggunaan gawai (gadget), hal tersebut dinilai tidak menggerus pasar fingerboard.

Pasalnya, mainan ini dinilai telah memiliki segmentasi pasar tersendiri. Mereka yang hobi mengoleksi atau memainkan berbagai trik umumnya akan tetap berburu seri-seri terbaru.

"Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, fingerboard juga kami pasarkan secara daring melalui platform e-commerce. Jadi, tidak hanya mengandalkan penjualan secara fisik di toko," jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa bermain fingerboard menuntut teknik, ketangkasan, dan keterampilan tangan untuk melakukan berbagai trik layaknya bermain skateboard sungguhan. Sensasi mempelajari dan menguasai berbagai trik inilah yang membuat orang dewasa kembali tertantang sekaligus bernostalgia memainkannya.

"Bermain fingerboard memerlukan teknik dan keterampilan tersendiri. Hal inilah yang membedakannya dengan sekadar bermain video game," terangnya.

Jordan juga menambahkan bahwa kini fingerboard kembali digandrungi dan mewarnai tren gaya hidup anak muda di Kota Malang.

"Dengan dirilisnya seri-seri terbaru secara konsisten, tren fingerboard di Kota Malang diprediksi masih akan terus bertahan," pungkasnya.

Tombol Google News

Tags:

Mainan Fingerboard Kota Malang Kembali Digandrungi Remaja Dan Dewasa Take Toys Hobby Tech Deck