Kapolri Ajak Umat Katolik Jaga Kerukunan, Tegaskan Komitmen Ciptakan Situasi Damai dan Kondusif

5 November 2026 16:34 5 Nov 2026 16:34

Vinida Shima, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kapolri Ajak Umat Katolik Jaga Kerukunan, Tegaskan Komitmen Ciptakan Situasi Damai dan Kondusif

Kapolri bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di kantor Jakarta Pusat pada Selasa 3 November 2026 melakukan kolaborasi dan silaturahmi. (Foto : Tangkapan layar video IG @suyudiarioseto.official)

KETIK, JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., menyampaikan pesan damai kepada seluruh umat Katolik di Indonesia agar dapat menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan aman, tenteram dan nyaman.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen Polri dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Komitmen tersebut di sampaikan pada Selasa 3 November 2026 dan diwujudkan melalui penguatan kolaborasi serta silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat termasuk para tokoh agama dan jajaran Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yaitu Antonius Subianto Bunjamin di kantornya, Jakarta Pusat (Jakpus). Kerja sama lintas agama dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan serta memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

Dalam keterangannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dukungan serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat khususnya para tokoh agama diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

"Kami ingin memberikan pesan damai kepada umat Katolik yang ada di Indonesia agar dapat menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan aman, damai dan tenteram. Polri tentunya harus senantiasa bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh-tokoh agama Katolik," ujar Kapolri.

Ia juga menjelaskan bahwa Polri saat ini memiliki program kerja bernama "Minggu Kasih" yang menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Polri berupaya membangun komunikasi, memperkuat silaturahmi serta membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun berbagai persoalan yang dihadapi.

Menurut Kapolri, program Minggu Kasih diharapkan dapat memperkuat kerja sama secara langsung di lapangan. Dengan begitu, hubungan antara Polri, tokoh agama dan masyarakat tidak hanya terjalin melalui komunikasi formal tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

"Kami sudah berkomitmen untuk bekerja sama lebih erat lagi ke depannya sehingga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Indonesia bisa semakin kondusif. Masyarakat juga dapat merasakan kedamaian dan kenyamanan dalam menjalankan kehidupan beragama," tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolri mengajak masyarakat untuk terus memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan serta menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

Melalui penguatan kolaborasi dengan tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat, Polri berharap kerukunan antarumat beragama di Indonesia dapat terus terjaga.

Sinergi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat persatuan, meningkatkan rasa saling menghormati serta menciptakan lingkungan yang aman, sejuk dan kondusif bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. (*)

Tombol Google News

Tags:

Konferensi Waligereja Indonesia Jakarta Pusat Kapolri Suyudi Suyudi Ario Seto