Dini Rahmania Desak Evaluasi Menyeluruh Usai Empat Orang Tewas dalam Kebakaran Bromo

18 Oktober 2026 10:08 18 Okt 2026 10:08

Thumbnail Dini Rahmania Desak Evaluasi Menyeluruh Usai Empat Orang Tewas dalam Kebakaran Bromo

Anggota Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur II Dini Rahmania. (Foto: Dok. DPR RI)

KETIK, JAKARTA – Anggota DPR RI Dini Rahmania, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Desakan ini disampaikan menyusul meninggalnya empat orang saat upaya pemadaman kebakaran di kawasan tersebut.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II ini menilai, insiden ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh instansi terkait, terutama dalam memastikan keselamatan petugas dan relawan yang bertugas di lapangan.

Menurut anggota Komisi VIII DPR RI itu, evaluasi perlu mencakup sistem komando, kesiapan peralatan, pemetaan risiko, hingga prosedur keselamatan dan penyelamatan darurat.

“Empat nyawa yang hilang tidak boleh dianggap sebagai risiko dalam penanganan bencana. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, kesiapan peralatan, serta prosedur keselamatan petugas dan relawan di lapangan,” tegas Dini, dilansir dari laman resmi DPR RI pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Politisi Partai NasDem tersebut juga mendesak instansi terkait melakukan penanganan bencana secara lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi. Ia mengingatkan agar keterbatasan sarana, lemahnya antisipasi, maupun keterlambatan penanganan tidak kembali membahayakan petugas dan relawan.

“Saya juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, pemetaan risiko, dan mekanisme penyelamatan darurat. Jika ditemukan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan, harus ada pertanggung jawaban yang jelas,” ujarnya.

Selain evaluasi teknis, Dini meminta pemerintah memastikan hak-hak keluarga korban meninggal dunia terpenuhi, termasuk pemberian santunan. Adapun korban luka harus mendapatkan perawatan dan pemulihan secara optimal.

“Keberanian petugas atau relawan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan mereka. Mereka berada di garis depan untuk melindungi kita, maka negara harus hadir melindungi mereka. Tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang karena lemahnya kesiapsiagaan dan perlindungan di lapangan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, empat orang yang dilaporkan meninggal dunia itu adalah Sukaris, operator layanan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS.

Kemudian Hendra Rony Wagiyanata, petugas Balai Besar TNBTS yang meninggal setelah sempat mendapat perawatan medis akibat luka bakar serta Wisnu Yuda Pratama dan Sefriel Ardiansyah, petugas sekuriti hotel Artotel Bromo. (*)

Tombol Google News

Tags:

DPR RI Karhutla korban meninggal dunia Bromo TNBTS