Kasus Influenza A Naik Drastis, Ini 6 Cara Mencegah Penularannya Menurut Pakar

21 September 2026 05:00 21 Sep 2026 05:00

Thumbnail Kasus Influenza A Naik Drastis, Ini 6 Cara Mencegah Penularannya Menurut Pakar

Ilustrasi penderita influenza akibat virus A. (Foto: Dinkes Aceh)

KETIK, JAKARTA – Peningkatan temuan influenza A di Indonesia membuat upaya pencegahan penularan kembali menjadi perhatian. Masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi risiko penyebaran virus influenza dalam kehidupan sehari-hari.

Guru Besar UGM, Tri Wibawa, menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan. Langkah tersebut dapat dilakukan bersamaan dengan penerapan etika batuk dan bersin serta menghindari kontak erat dengan orang yang sedang mengalami flu.

“Terapkan gaya hidup sehat, etiket batuk atau bersin, sering mencuci tangan, hindari kontak erat dengan orang yang sedang flu, gunakan masker jika sakit, dan vaksinasi influenza untuk kelompok rentan,” paparnya, Minggu, 20 September 2026. 

Berdasarkan saran tersebut, terdapat sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah penularan influenza.

Pertama, masyarakat perlu menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kondisi tubuh. Kebiasaan hidup sehat menjadi bagian penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

Kedua, terapkan etika ketika batuk atau bersin. Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dapat membantu mengurangi penyebaran droplet kepada orang di sekitar.

Ketiga, rajin mencuci tangan. Kebiasaan tersebut penting terutama setelah melakukan aktivitas di tempat umum atau setelah menyentuh benda yang berpotensi terkontaminasi.

Keempat, hindari kontak erat dengan orang yang sedang mengalami flu. Mengurangi kontak langsung dapat membantu menekan risiko penularan influenza.

Kelima, gunakan masker ketika sedang sakit. Penggunaan masker dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran virus kepada orang lain ketika seseorang mengalami gejala influenza.

Keenam, vaksinasi influenza dapat diberikan kepada kelompok masyarakat yang rentan. Lansia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah 5 tahun, penderita penyakit kronis, serta orang dengan penurunan sistem kekebalan termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian.

Langkah pencegahan tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya proporsi positif influenza di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat proporsi positif influenza mencapai 38 persen pada pekan ke-35 hingga 12 September 2026, meningkat dari 22 persen pada pekan sebelumnya.

Dari 175 spesimen yang diperiksa, sebanyak 66 spesimen positif influenza dan mayoritas merupakan influenza A(H1N1)pdm09. Meski demikian, Tri Wibawa meminta masyarakat tidak menyikapi peningkatan tersebut secara berlebihan.

“Temuan influenza A pada bulan Agustus 2026 yang meningkat, tidak perlu ditanggapi berlebihan, meskipun tetap saja perlu disiapkan mitigasi risikonya,” jelas Tri Wibawa, Minggu (20/9).

Influenza dapat menimbulkan gejala seperti demam, menggigil, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, nyeri otot dan tubuh, sakit kepala, serta kelelahan.

Masyarakat tetap perlu memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan. Lansia, anak-anak, penderita penyakit kronis, dan orang dengan penurunan imunitas memiliki kebutuhan perlindungan yang lebih besar ketika terjadi peningkatan aktivitas influenza.

Dengan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko penularan tanpa harus merespons peningkatan kasus dengan kepanikan. Pencegahan juga menjadi bagian penting dalam melindungi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap influenza. (*)

Tombol Google News

Tags:

Influenza A Influenza H1n1 Kementerian Kesehatan UGM kesehatan Penyakit menular