KETIK, JAKARTA – Peningkatan temuan influenza A di Indonesia perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak dari infeksi tersebut.
Guru Besar UGM, Tri Wibawa, menyebut terdapat sejumlah kelompok yang tergolong rentan terhadap influenza. Mereka antara lain lansia berusia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah 5 tahun, penderita penyakit kronis, serta orang yang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.
“Kelompok masyarakat yang rentan adalah lansia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah 5 tahun, orang dengan penyakit kronis, dan orang yang mengalami penurunan tingkat kekebalan lainnya,” tuturnya, dalam pernyataan tertulisnya, Minggu, 20 September 2026.
Kelompok tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih ketika terjadi peningkatan aktivitas influenza. Kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh dapat memengaruhi risiko seseorang ketika mengalami infeksi.
Influenza sendiri umumnya disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B. Gejala yang dapat muncul meliputi demam, menggigil, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, nyeri otot dan tubuh, sakit kepala, serta kelelahan.
Kementerian Kesehatan mencatat proporsi positif influenza dari pemeriksaan laboratorium mencapai 38 persen pada pekan ke-35 hingga 12 September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di level 22 persen.
Dari 175 spesimen yang diperiksa, sebanyak 66 spesimen terdeteksi positif influenza. Mayoritas di antaranya merupakan influenza A(H1N1)pdm09.
Meski terjadi peningkatan, Tri mengingatkan masyarakat agar tidak merespons kondisi tersebut secara berlebihan. Menurutnya, peningkatan temuan influenza tetap perlu diikuti dengan mitigasi risiko yang sesuai.
Perhatian khusus terhadap kelompok rentan menjadi penting karena pencegahan dapat membantu mengurangi kemungkinan penularan. Masyarakat juga perlu menjaga kondisi tubuh dan menerapkan perilaku hidup sehat.
Selain itu, orang yang sedang mengalami gejala influenza sebaiknya memperhatikan etika batuk dan bersin serta mengurangi kontak erat dengan orang lain. Penggunaan masker ketika sakit juga dapat membantu mengurangi risiko penularan kepada orang di sekitar.
Vaksinasi influenza merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat diberikan kepada kelompok rentan. Langkah tersebut dapat dilengkapi dengan kebiasaan mencuci tangan dan menjaga pola hidup sehat.
Karena itu, peningkatan proporsi positif influenza di Indonesia perlu dilihat bersama dengan kondisi kelompok yang paling berisiko. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu memahami perkembangan kasus dan mengenali kelompok yang membutuhkan perlindungan lebih.
Sementara itu, perkembangan influenza A di Indonesia saat ini menunjukkan adanya kenaikan proporsi hasil pemeriksaan positif hingga 38 persen pada pekan ke-35. Pakar UGM menilai kondisi tersebut tetap membutuhkan mitigasi, meski tidak perlu disikapi secara berlebihan.
Upaya perlindungan terhadap kelompok rentan juga tidak terlepas dari langkah pencegahan sehari-hari. Menjaga kebersihan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sakit, serta vaksinasi bagi kelompok yang membutuhkan menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko penularan. (*)
