KETIK, HALMAHERA SELATAN – Kolaborasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel bersama Pemerintah Desa Gambaru menghadirkan Jembatan Merah Putih di Kecamatan Obi Selatan, Halmahera Selatan.
Jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar 4 meter itu berdiri di atas Sungai Doko. Infrastruktur yang diresmikan pada akhir Juni 2026 tersebut kini menjadi akses penting bagi warga, terutama untuk menuju kebun, mengangkut hasil pertanian, membawa kebutuhan harian, hingga memperlancar perjalanan antarwilayah.
Sebelum jembatan itu dibangun, mobilitas warga tidak selalu mudah. Akses menuju lahan pertanian dan kawasan sekitar kerap terkendala, terutama saat kondisi jalan dan sungai tidak bersahabat. Kini, warga dapat melintas lebih aman, cepat, dan leluasa.
Kepala Desa Gambaru, Nasrudin M. Kasuba, mengatakan pembangunan jembatan tersebut lahir dari kolaborasi pemerintah desa bersama Harita Nickel melalui program PPM. Menurutnya, program itu tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga mendukung sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Jembatan ini menjadi akses layanan dasar bagi masyarakat. Dengan jalur yang lebih layak, distribusi hasil bumi, komoditas lokal, dan logistik harian menjadi lebih cepat dan efisien," ujarnya, Senin 6 Juli 2026.
Nasrudin menyebut kehadiran Harita Nickel melalui program PPM telah memberi dampak nyata bagi warga Gambaru. Infrastruktur yang dibangun dinilai membantu desa bergerak lebih cepat, terutama dalam membuka akses ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Manfaat itu turut dirasakan warga. Nursia Drakel mengaku perjalanan menuju kebun kini jauh lebih mudah. Ia juga dapat membawa hasil kebun dan menjual makanan ke area perusahaan dengan waktu tempuh yang lebih singkat.
"Kalau dibandingkan dulu, sekarang perjalanan jauh lebih mudah. Kami bisa membawa hasil kebun dan mengantar kue ke perusahaan dengan lebih cepat," katanya.
Warga Gambaru lainnya, Siti Hawa Cawali, juga merasakan perubahan tersebut. Ia mengatakan pembangunan tiga jembatan di wilayah Doko, Dial, dan Rijang telah membuka akses warga menuju kebun. Kini, masyarakat bisa menggunakan sepeda motor hingga kendaraan roda tiga untuk menjangkau area pertanian.
Akses baru itu juga membantu para pekerja yang beraktivitas di kawasan perusahaan. Jalur yang sebelumnya sulit dilalui kini menjadi lebih aman dan mempercepat mobilitas warga setiap hari.
Sementara Community Relations Superintendent Harita Nickel, Abubakar Sani, mengatakan pembangunan Jembatan Merah Putih merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung pembangunan desa melalui program PPM. Program tersebut, kata dia, dijalankan dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat agar manfaatnya benar-benar menjawab kebutuhan warga.
"Melalui kolaborasi, kami ingin memastikan setiap program PPM menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kami berharap jembatan ini dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di Desa Gambaru," ujar Abubakar.
Pembangunan Jembatan Merah Putih menjadi bukti bahwa konektivitas desa bukan hanya soal jalan dan jembatan. Di Gambaru, akses yang terbuka berarti hasil kebun lebih mudah keluar, aktivitas warga lebih lancar, dan peluang ekonomi masyarakat Obi Selatan semakin besar.
.png)