KETIK, JAKARTA – Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, membawa gagasan pembangunan kepulauan melalui Rencana Aksi “Senyum Saruma – Smart Archipelago”. Ia memaparkan rencana tersebut dalam forum Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) 2026 di Jakarta.

Usulan bertema “Smart Archipelago: Solusi Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan” itu menempatkan konektivitas antarpulau sebagai pijakan pengembangan agromaritim, layanan publik, serta wisata daerah.

Melalui jaringan fisik maupun digital, Bassam mengarahkan berbagai kegiatan antarpulau agar saling mendukung. Pelaksanaannya dirancang dengan sasaran terukur, tata kelola terpadu, serta perhatian pada keberlanjutan lingkungan.

Bagi Muhammad Nur, kekayaan daerah perlu dikelola lintas sektor. Perangkat digital berperan sebagai penunjang, sementara keterpaduan antarpulau menjadi pijakan pendekatan tersebut.

“Konsep ini bukan hanya berbicara tentang teknologi, tetapi bagaimana potensi dan sumber daya yang dimiliki Halmahera Selatan dapat terhubung dan dikembangkan secara terintegrasi,” ujar Kepala Bapperida Halmahera Selatan, Muhammad Nur, saat dihubungi melalui WhatsApp Minggu, 13 September 2026.

Baca Juga:
Puskesmas dan Jalan di Obi Barat Halmahera Selatan, Harapan Lama yang Kini Terjawab

Rencana itu mencakup lima zona agromaritim: Bacan-Kasiruta-Botanglomang, Makian-Kayoa, Gane-Joronga, Pulau Obi, serta Bacan Timur-Mandioli.

Masing-masing zona diarahkan sesuai kekuatan wilayahnya. Pembagian ini menjadi dasar pengembangan ekonomi agar lebih terarah sekaligus memperkuat hubungan antarkawasan.

Untuk sektor wisata, Bassam menempatkan kekayaan bahari sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi. Pulau Widi, Pulau Nusara, Pulau Gura Ici, hingga wisata sejarah dan religi Kesultanan Bacan masuk dalam arah pengembangannya.

Pengembangan tersebut turut mengusung pendekatan Hexahelix. Pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, serta masyarakat didorong berkolaborasi agar kegiatan lintas sektor berjalan selaras dan hasilnya menjangkau warga.

Baca Juga:
Kabar Halmahera Selatan: Jalan Lapen di Desa Sambiki Belum Tuntas

Di forum KPPD, paparan itu dibahas oleh Baroto S. Sidharto, M.Si., Analis Kebijakan Ahli Madya Ditjen Bangda Kemendagri RI, bersama Ernest Rakiunang, M.Si., Analis Kebijakan Ahli Madya Ditjen Keuda Kemendagri RI.

Bassam hadir didampingi Kepala Bapperida, Kepala Disparbudekraf, Sekretaris BKPSDM, serta Sekretaris Bapperida Halmahera Selatan.

Rencana Aksi Senyum Saruma – Smart Archipelago memiliki tiga sasaran: memperkuat ekonomi daerah, mendorong tata kelola inovatif, serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Pelaksanaannya akan dipantau dan dievaluasi secara berkala.

Pemkab mengarahkan rencana ini untuk mendukung pembangunan kepulauan yang cerdas dan inklusif, sejalan dengan tujuan Halmahera Selatan yang adil, maju, serta berkelanjutan 2027–2029.

Nur menegaskan, keterpaduan antarkawasan perlu menjangkau kehidupan warga. Kekayaan daerah mesti dikelola bersama agar hasilnya dirasakan banyak orang.

“Yang terpenting adalah bagaimana pembangunan dapat menghubungkan potensi wilayah, masyarakat dan ekonomi sehingga memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya mengakhiri.