KETIK, TULUNGAGUNG – Turnamen sepak bola Liga Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Antar Desa se-Kecamatan Ngunut resmi bergulir setelah dibuka di Stadion PEMA, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Selasa sore, 15 September 2026.  

Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Ngunut 2026. Pembukaan dihadiri Camat Ngunut Yudi Irwanto, S.STP., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ngunut, Ketua Panitia PHBN Sumarno, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga.

Ketua Panitia PHBN Kecamatan Ngunut, Sumarno, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang membantu pelaksanaan turnamen sepak bola antar desa tersebut.

"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan dan kolaborasi seluruh pihak. Inti dari kegiatan pada sore hari ini adalah untuk menggalang persatuan dan kesatuan serta menjalin silaturahmi antar warga, khususnya para pecinta olahraga sepak bola," ujar Sumarno.

Menurut Sumarno, turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga diharapkan mampu menjadi wadah untuk menemukan pemain muda berbakat dari desa-desa di Kecamatan Ngunut.

Baca Juga:
Tepis Isu Maju Pilkades, Owner Sinar Papua Tegaskan Sponsori Liga Kemerdekaan Ngunut Tulungagung Murni untuk Warga

Ia berharap para pemain muda yang tampil dalam kompetisi tersebut dapat berkembang dan menjadi bagian dari regenerasi sepak bola di Kecamatan Ngunut.

Sementara itu, Camat Ngunut Yudi Irwanto menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kembali turnamen sepak bola antar desa.

"Kecamatan Ngunut ini tidak bisa lepas dari sejarah sepak bola. Melalui turnamen Liga Kemerdekaan ini, kita mulai bangkitkan kembali gairah olahraga dan berharap tahun-tahun depan dapat diselenggarakan lebih semarak lagi," ujar Yudi.

Yudi juga mengingatkan pemain dan suporter agar menjaga sportivitas serta persaudaraan selama kompetisi berlangsung. Ia meminta seluruh pihak menghindari kekerasan maupun gesekan yang dapat mengganggu jalannya pertandingan.

Baca Juga:
60 Ibu-Ibu Desa Pojok Ngantru Tulungagung Terima Bantuan Barang Senilai Rp3 Juta dari Pemprov Jatim

"Di luar lapangan maupun di dalam lapangan, kita semua adalah saudara. Mari kita tuntaskan dan nikmati pertandingan ini dengan niat baik untuk mempererat tali silaturahmi. Jaga sportivitas, tidak boleh ada kekerasan atau gesekan," tegas Camat Ngunut.

Dalam kesempatan tersebut, Yudi juga menyampaikan permohonan maaf dari Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung yang tidak dapat menghadiri pembukaan secara langsung karena memiliki agenda penerimaan tamu daerah.

Setelah rangkaian sambutan, Yudi secara resmi membuka turnamen Liga Kemerdekaan RI ke-81 Antar Desa se-Kecamatan Ngunut.

Laga perdana kemudian mempertemukan Tim Desa Kromasan dengan Tim Desa Kacangan. Kedua tim tampil kompetitif di hadapan warga yang menyaksikan pertandingan dari tribun Stadion PEMA.

Turnamen Liga Kemerdekaan RI ke-81 tersebut akan berlangsung selama beberapa pekan dan diikuti tim sepak bola perwakilan desa se-Kecamatan Ngunut. (*)