KETIK, TUBAN – Subholding Upstream Pertamina Regional Indonesia Timur menegaskan komitmennya untuk menempatkan media massa sebagai mitra strategis untuk penyebaran informasi industri hulu minyak dan gas bumi (migas).
Sinergi tersebut diwujudkan melalui agenda Media Gathering Regional Indonesia Timur yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 10–11 Juli 2026, bertempat di Kokoon Hotel, Banyuwangi, Jawa Timur.
Acara tahunan bertema “Future Collaborative Sustaining Our Energy” ini dihadiri oleh 101 jurnalis dari berbagai lini media yang merepresentasikan 5 wilayah kerja, mulai dari Bojonegoro, Tuban, Rembang-Blora, Gresik, Sorong Papua, Banggai Sulawesi Tengah, hingga Surabaya.
Senior Manager Relation Regional Indonesia Timur, Sigit Dwi Aryono, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan ruang krusial untuk membangun masa depan ketahanan energi lewat sinergi. "Masa depan dibangun lewat sinergi antara perusahaan dengan semua pihak, termasuk insan media. Media bukan hanya saluran komunikasi perusahaan, tetapi juga mitra strategis untuk menyampaikan informasi akurat kepada masyarakat," ujar Sigit.
Apresiasi senada juga diungkapkan oleh Senior Manager External Communication & Stakeholder Relations Subholding Upstream Pertamina Hulu Energi (PHE), Fitri Erika. Ia mengakui kontribusi besar jurnalis dalam memublikasikan operasional masif Pertamina di lapangan. Saat ini, PHE menyumbang sangat vital bagi negara, yakni sebesar 65% untuk produksi minyak nasional dan 35% untuk gas.
Baca Juga:
Sinergi Jaga Ketahanan Energi, Pertamina Gandeng 101 Wartawan Regional Indonesia Timur di BanyuwangiDalam konfirmasi, Fitri turut mengupas tantangan komunikasi kemitraan dengan insan media di lapangan, khususnya mengenai benturan antara kecepatan tenggat waktu (deadline) media dengan kebutuhan konfirmasi data internal korporasi demi menjaga akurasi informasi yang beredar.
"Bagi kami semakin cepat rilis diberikan, itu semakin bagus. Namun, wilayah kerja Pertamina sangat luas dan berada di daerah terpencil di Timur, sehingga ada akses komunikasi yang membutuhkan waktu konfirmasi. Validasi data sensitif seperti temuan sumur baru atau angka produksi harian harus dipastikan matang agar tidak membingungkan publik," jelas Fitri.
Selain membahas relasi media, Fitri juga merespons dinamika lokal terkait upaya percepatan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Kabupaten Bojonegoro (Zona 11). Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari Kementerian ATR/BPN, KSP, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mempermudah proses perizinan lahan demi kelancaran operasional ketahanan energi nasional.
Kegiatan tidak sekadar memaparkan kinerja industri, Media Gathering kali ini juga diisi dengan pembekalan kapasitas bagi para jurnalis. Acara ini menghadirkan jurnalis senior Wenseslaus Manggut Chief Content Officer (CCO) yang mengulas materi jurnalistik kekinian, serta Suwarjono (CEO Suara.com) yang membagikan strategi monetisasi konten jurnalisme di tengah gempuran era Artificial Intelligence (AI).
Baca Juga:
PNIB Desak Presiden Pastikan Polri Bebas Intervensi dalam Kasus Batu Bara PLTUDalam kegiatan para peserta juga dikenalkan potensi pariwisata daerah ujung timur Pulau Jawa Kabupaten Banyuwangi tersebut. "kolaborasi tripartit antara perusahaan, stakeholder, dan media dapat terus berjalan solid demi mengawal ketahanan energi nasional," harap salah satu peserta wartawan Tuban Chusnul Huda kepada Ketik.com. (*)