KETIK, MALANG – Dalam memperingati Hari Ozon Sedunia, Universitas Negeri Malang (UM) menggelar aksi penanaman pohon dan tanaman di lingkungan kampus pada Rabu, 16 September 2026 di depan GKB A19 UM. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III UM Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., mahasiswa, dan relawan Green Campus UM sebagai upaya meningkatkan kepedulian warga kampus terhadap lingkungan serta mendorong terwujudnya budaya kampus yang sehat dan berkelanjutan.

Hari Ozon Sedunia menjadi momentum bagi UM dalam meningkatkan kepedulian warga kampus melalui aksi nyata. Sejumlah tanaman yang disiapkan, mulai dari pohon bodhi, beringin, trembesi, hingga sansevieria. Tanaman-tanaman ini memiliki manfaat bagi lingkungan, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Prof. Markus menjelaskan bahwa lapisan ozon perlu dilindungi dengan melakukan berbagai upaya, termasuk penanaman pohon dan pengurangan penggunaan bahan yang berdampak terhadap lingkungan.

Menurutnya, bahan bakar kimia yang digunakan pada perangkat tertentu seperti AC dan kulkas dapat mengurangi lapisan ozon. Tentunya ini mnejadi perhatian khusus pada Hari Ozon Sedunia.

Baca Juga:
Ditahan Imbang Singo Edan , Persik Kediri Bawa Pulang Satu Poin dari Kanjuruhan

“Dulu ada banyak penggunaan AC, kulkas yang menggunakan bahan kimia yang berbahaya yang mengurangi lapisan ozon. Oleh karena itu, harus ada dua cara setidaknya. Dengan gerakan penanaman ini dan mengurangi peran manusia itu sendiri,” ujar Prof. Markus.

Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen UM dalam berupaya membangun Green Campus dan budaya kampus sehat.

Prof. Markus menyampaikan bahwa capaian UM dalam UI GreenMetric memiliki makna berarti dalam mendorong seluruh warga kampus untuk menjaga lingkungan, tak hanya sekadar mengejar peringkat.

“Memang kita bukan peringkatnya yang kita capai, kita berkeinginan ini menjadi sebuah budaya gerakan dari seluruh mahasiswa, civitas akademika. Tapi ini yang lebih mahal adalah membudayakan gerakan kampus sehat,” jelasnya.

Baca Juga:
Tanggapi Usulan MBG Dikelola Kantin Sekolah, Moreno Soeprapto: Setuju, Tapi Belum Semua Kantin Siap

Ketua UM Green Campus, Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., menuturkan tanaman yang dipilih dalam kegiatan ini disesuaikan dengan kegunaannya bagi lingkungan.

Dalam kegiatan ini, pohon bodhi dan beringin dipilih sebagai bagian dari upaya penyediaan oksigen, sementara trembesi digunakan karena kemampuannya menyerap karbon dioksida. Serta, sansevieria juga dipilih untuk mendukung kualitas udara di dalam ruangan.

“Mahasiswa UM kan semakin banyak. Jangan sampai kita didonasi oksigen sama orang lain. Jadi kita harus menyediakan oksigen di area kita,” ungkap Prof. Sumarmi.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong seluruh warga UM untuk tirut berperan dalam menjaga lingkungan dengan kebiasaan sederhana dan aksi nyata. 

Kepedulian pada lingkungan diharapkan tidak berhenti dengan kegiatan ini sjaa, tetapi bisa berkembang menjadi budaya kampus yang sehat dan berkelanjutan.

Peringatan Hari Ozon Sedunia ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Kegiatan penanaman pohon dan penguatan kesadaran warga kampus untuk bisa mengurangi aktivitas yang berdampak terhadap lingkungan.

Kegiatan ini tentunya mendorong UM untuk melKukan aksi nyata dalam menjaga keberlanjutan kelestarian lingkungan. Melalui peringatan Hari Ozon Sedunia, UM berkomitmen untuk bisa membangun lingkungan kampus yang sehat, hijau, dan berkelanjutan.(*)