KETIK, KEDIRI – Persik Kediri membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Arema FC pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat, 18 September 2026.
Hasil tersebut membuat Persik kini mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan.
Persik tampil cukup dominan pada sebagian besar pertandingan. Zanadin Fariz membawa Macan Putih unggul cepat melalui gol pada menit keenam.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga turun minum. Arema FC menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Careca pada menit ke-27.
Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres menilai timnya mampu menjalankan rencana permainan dengan baik hingga sekitar menit ke-70 sampai 75. Persik juga dinilai berhasil membatasi ruang Arema di lini tengah.
"Saya merasa kami adalah tim yang lebih baik selama 75 menit. Kami menyiapkan beberapa hal dengan sangat baik dan selama beberapa menit kami memiliki kontrol," kata Marcos Reina seusai pertandingan.
Penguatan lini tengah menjadi salah satu bagian dari strategi Persik dalam menghadapi Arema. Tim berusaha membangun serangan dengan tiga atau empat pemain sekaligus menempatkan lebih banyak pemain di area tengah untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain.
"Kami ingin menjadi tim yang dinamis, tetapi pada saat yang sama memiliki keunggulan jumlah pemain di tengah. Itu membuat Arema sulit menemukan pemain yang bisa mereka manfaatkan di dalam," imbuhnya.
Namun, permainan berubah memasuki 10-15 menit terakhir. Arema meningkatkan tekanan dan membuat Persik lebih banyak bertahan di area pertahanan sendiri.
Marcos menyebut anak asuhnya harus bekerja keras untuk mempertahankan skor hingga pertandingan berakhir. Persik sebenarnya memiliki peluang untuk menambah gol, tetapi gagal menciptakan gol kedua.
"Kami tidak berhasil mencetak gol kedua. Di akhir pertandingan kami harus bekerja keras, tetapi akhirnya bisa mendapatkan satu poin. Dan satu poin ini tetap penting bagi kami," tambahnya.
Gelandang Persik Kediri Bayu Otto mengakui tekanan Arema pada akhir pertandingan membuat timnya lebih fokus menjaga pertahanan. Kondisi tersebut sedikit mengganggu sistem permainan yang sebelumnya berjalan cukup baik.
"Kami mengawali pertandingan dengan bagus dan saya rasa menguasai pertandingan pada beberapa menit awal. Tetapi setelah sekitar menit ke-75, Arema lebih banyak memasukkan pemain ke depan dan terus menggempur pertahanan kami," kata Bayu.
Persik kemudian lebih banyak berkonsentrasi mempertahankan pertahanan hingga peluit panjang dibunyikan. Meski gagal mempertahankan keunggulan, tim asal Kediri tersebut tetap mengamankan satu poin dari laga tandang.
Bayu menilai hasil tersebut penting bagi Persik untuk menjalani kompetisi yang masih panjang. Ia mengatakan tim akan melakukan evaluasi dan berusaha meningkatkan penampilan pada pertandingan selanjutnya.
"Satu poin ini sangat penting bagi kami untuk perjalanan musim yang panjang. Kami akan berusaha lebih baik pada pertandingan berikutnya, lebih baik dan lebih kompak," pungkasnya.
Hasil imbang tersebut menempatkan Persik Kediri di peringkat kesembilan klasemen sementara Super League 2026/2027 dengan empat poin dari tiga pertandingan. Sementara Arema FC berada di peringkat kelima dengan koleksi lima poin dari tiga laga.(*)
