KETIK, MALANG – DPRD Kota Malang memberikan sejumlah catatan terhadap operasional angkot pelajar gratis. Program yang diluncurkan pada 31 Agustus 2026 tersebut dinilai masih kurang optimal.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi. Menurut Arif, sebanyak 66 armada yang beroperasi belum signifikan dalam menjawab kebutuhan pelajar. Terlebih dalam satu armada hanya dapat mengangkut sekitar 8 pelajar saja.
"Sekarang kan ada 66 unit, 1 unit isinya ada 8 pelajar. Padahal jumlah siswa di Kota Malang ini puluhan ribu, kan besar. Artinya, sebetulnya gak signifikan juga ya, hanya mengangkut ratusan pelajar," ujar Arif, Senin, 14 September 2026.
Ia menyarankan apabila Pemerintah Kota Malang ingin totalitas dalam menjalankan program tersebut, maka lebih baik dilakukan penambahan jumlah armada. Dengan pelayanan yang baik, diharapkan pelajar dapat turut rajin untuk berangkat ke sekolah.
Baca Juga:
Update Kasus Pemerkosaan di Tlogomas Malang, Pelaku Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan"Kalau ingin all out terkait dengan angkutan pelajar gratis, tambah itu (jumlahnya). Sekalian kalau kita pelayanan publik ingin baik, pelajar digratiskan supaya sekolahnya rajin. Pokoknya mau naik mikrolet," sebutnya.
Arif juga menyoroti mekanisme pembayaran operasional angkot pelajar gratis berdasarkan jarak tempuh. Menurutnya, skema tersebut perlu diimbangi dengan pengawasan terhadap jumlah pelajar yang menggunakan layanan angkot gratis.
"Nah, harapan saya, termasuk penumpangnya ini ada yang ngontrol. Ada laporan, misalnya ya jangan sampai hanya dua orang terus berangkat aja karena yang dihitung hanya kilometer. Maka kontrol atas yang naik ini berapa orang, itu juga perlu," jelas politisi PKB Kota Malang itu.
Menurutnya, data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Malang untuk mengetahui tingkat pemanfaatan program. Dari sana dapat diketahui apakah pelajar benar-benar membutuhkan dan bersedia menggunakan angkot gratis yang disediakan pemerintah.
Baca Juga:
Belasan Sekolah di Kota Malang Rusak, Disdikbud Ajukan Rp1,5 Miliar untuk Renovasi!"Di situ bisa dievaluasi. Akhirnya kebutuhan transportasi ini seperti apa. Apakah pelajarku seneng, mau naik secara gratis walaupun mikrolet atau tidak. Ini kan sebagai bahan evaluasi, karena jalannya juga masih belum 1 bulan. Itu yang perlu dilakukan evaluasi," ungkapnya.
Ia juga meminta agar Pemkot Malang lebih menggencarkan sosialisasi program angkot pelajar gratis kepada masyarakat dan pelajar. Mengingat tidak ada pembeda yang kontras antara angkot umum dan angkot pelajar gratis.
"Juga kan angkotnya itu hampir sama, warnanya juga biru. Mestinya yang angkot untuk pelajar gratis itu mungkin diberi tanda yang mencolok, sehingga masyarakat atau pelajar itu bisa langsung paham. Hari ini belum terjadi," katanya.
Arief juga menyayangkan masih banyak sekolah yang belum terjangkau oleh angkot pelajar gratis. Ia mendorong agar Pemkot Malang mampu menambah jumlah armada maupun rute yang dapat menjangkau lebih banyak pelajar di berbagai wilayah.
"Ada banyak sekolah yang belum terlewati. Makanya itu saya butuhkan, kalau toh memang sekaligus pelayanan publik untuk pelajar gratis naik angkot, tambah saja armadanya. Tidak apa-apa, berapa kebutuhan anggaran kan bisa kita hitung," tegasnya. (*)