KETIK, MALANG – Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hadir menjadi bentuk inovasi transformasi sistem pembayaran digital dari Bank Indonesia di era kemajuan teknologi.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang selalu memberikan pelatihan terkait QRIS sebagai sistem pembayaran digital yang memudahkan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Bank Indonesia memiliki peran untuk menjaga kelancaran sistem pembayaran di era digital. Sehingga, ia menciptakan menciptakan sistem pembayaran digital yang praktis dan mudah. QRIS hadir bukan hanya sekadar sisten pembayaran digital semata, tetapi juga menjadi upaya dalam meningkatkan keamanan transaksi.

Bank Indonesia, kini memiliki tujuan untuk menjaga stabilitas nilai rupiah, sisten pembayaran, dan sistem keuangan. Di era semua serba digital, Indonesia memiliki ekosistem digital yang sangat besar, mulai dari populasi manusia sebanyak 261,60 juta dengan pengguna internet sejumlah 165,30 dan pengguna smartphone mencapai 275,63.

Dengan menyesuaikan data tersebut dan kebijakan sistem pembayaran, perkembangan ekonomi digital Indonesia bisa semakin maju di era kemajuan teknologi. Kebijakan tersebut, yakni untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, menyelenggarakannya, memberi izin, dan mengawasi sistem pembayaran, serta menetapkan alat dan instrumen pembayaran.

Baca Juga:
Tertinggal Jauh dengan Konvensional, FKIJK Kediri-Madiun Gandeng Media untuk Dorong Penguatan Ekosistem Syariah

Bank Indonesia terus mendorong masyarakat Indonesia untuk bisa menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran digital karena QRIS menyederhanakan fragmentasi pembayaran digital. Selain itu, kebijakan dan inivasi QRIS diarahkan sebagai entry level ke ekosistem digital bagi UMKM dalam melindungi inklusi dan konektivitas.

"Bank Indonesia itu perannya sejauh ini, selain melakukan edukasi juga Pak Ibu, kami juga bersama-sama pemerintah daerah, mendorong elektronifikasi tidak hanya dari sisi merchant saja, tapi juga belanja daerah, kami dorong untuk melakukan elektronifikasi pakai QRIS. Jadi pajak-pajak, restoran, pajak daerah, PBB, itu kita dorong untuk melakukan menggunakan QRIS," ujar Dewi Andari, Pelaksana Unit Implementasi Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Malang.

QRIS sendiri bukan sebuah aplikasi, senmua orang bisa menggunakan fitur ini dari aplikasi e-wallet dan mobile banking apa aja yang mendukung QRIS. Dengan menggunakan QRIS, masyarakat Indonesia tidak perlu membawa banyak uang tunai, tidak menunggu kembalian, transaksi menjadi lebih cepat dan higienis, serta mencegah beredarnya uang palsu.

QRIS memiliki beberapa bentuk, mulai dari QRIS EDC, QRIS Akrilik, QRIS Lanyard, QRIS POS, hingga QRID CPM. Semua bentuk ini hanya berbeda objek yang menampilkan QR code untuk discan ketika melakukan pembayaran.

Baca Juga:
Lampaui Nasional! BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi Malang Capai 5,71%

Tak hanya itu, QRIS juga memiliki banyak fitur, seperti QRIS MPM, pengguna memindai QR code yang ditampilkan oleh merchant, QRIS CPM, QR code ditampilkan di perangkat digital.

Kemudian dipindai oleh merchant, QRIS TTM, merchant membagikan QRIS melalui pesan, QRIS Cross Border, pembayaran berbasis QR antara Indonesia dan negara mitra, QRIS Tuntas untuk tarik, transfer, dan setor uang, serta QRIS TAP NFC, transaksi dengan teknologi NFC untuk transaksi di transportasi, ritel, UMKM, dan parkir.

Dengan kemudahan pembayaran melalui digital, tantangan selalu hadir. Banyak modus-modus yang dilakukan dengan memanfaatkan sisten pembayaran QRIS, mulai dari fake CS bank/e-wallet, QRIS palsu/ditimpa, refund/return palsu, bukti transaksi palsu, takeover akun marketplace/WA bisnis, inovoice/penagihan palsu, hingga iklan berbayar/akun medsos dibajak.

Dalam mencegah kejahatan tersebut, Bank Indonesia memberikan tips keamanan bertransaksi. Jika menggunakan layanan aplikasi digital, rahasiakan PIN, password, dna OTP kepada siapapun, buat PIN/password yang sulit ditebak dan rutin diperbarui, serta hindari klik link, file, atau aplikasi mencurigakan, termasuk modus undian berhadiah.

Sementara jika bertransaksi APMK (kartu kredit dan kartu ATM/debit), buat PIN/password yang sulir ditebak lalu ubah secara berkala, jangan berikan data pribadi, PIN, password, atau CVV/CVC kepada siapapun, dan waspada saat melakukan transaksi di mesin ATN/EDC.

Bank Indonesia berpesan agar selalu warpada dan jangan memberikan OTP, PIN, atau kode verifikasi kepada siapa pun. Bank Indonesia juga berikan slogan

"Kalau Ragu, Stop Dulu" untuk mencegah terjadinya penipuan. Pengguna harus memastikan nama yang menghubungi, memperiksa kanal resmi, dan tetap menjaga kode pribadi.

Saat ini, Bank Indonesia juga telah meluncurkan Kartus Kredit Indonesia (KKI) yang dapat digunakan di seluruh merchant QRIS. KKI adalah inovasi instrumen deferred payment berbasis kartu yang dikembangkan menggunakan skema domestik. 

KKI hadir untuk mendukung transaksi belanjah pemerintah, layanan publik, dan transparansi keuangan nasional.(*)