KETIK, MALANG – Pemprov Jawa Timur menggelar pasar murah di Kantor Desa Gunungrejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Senin, 2 November 2026. Kegiatan itu bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Diketahui, ada berbagai kebutuhan bahan pokok yang dijual di pasar murah tersebut. Meliputi beras Bulog SPHP kemasan 5 kilogram, beras Bulog Premium, minyak goreng, telur, daging, gula pasir, hingga bawang putih maupun bawang merah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono mengatakan, masyarakat terutama ibu rumah tangga mendapat kesempatan untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Misalnya telur, kalau biasanya dijual di pasaran Rp l25.000 maka disini harganya Rp20.000 per pak. Sedangkan untuk beras SPHP lima kilogram, disini dibanderol Rp 55.000," ujarnya kepada wartawan.
Dirima mengungkapkan, kegiatan tersebut digelar secara berkelanjutan dan menyasar ke seluruh daerah. Diharapkan, mampu memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga sekaligus meringankan beban daya beli masyarakat.
Baca Juga:
Petani Jatim Ketiban Berkah! Gubernur Khofifah Gelontorkan 341 Alsintan, Diserahkan Sekdaprov di Kabupaten Malang"Kalau sudah ada yang murah, maka bisa menjadi kontrol agar harga tidak naik. Lewat pasar murah ini, kami berharap stabilitas harga kebutuhan pokok di Jawa Timur tetap stabil dan juga meringankan beban daya beli masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Gunungrejo, Nurul mengaku sudah datang ke lokasi sejak pukul 10.00 WIB. Padahal, penjualan baru dibuka secara resmi pada pukul 12.00 WIB.
Ia mengaku sengaja datang lebih awal, demi mengamankan nomor antrean dan memastikan tidak kehabisan bahan pokok murah. Ketika dibuka, sejumlah komoditas langsung ludes diserbu pembeli hanya dalam waktu singkat.
"Ini tadi telur serta gula yang paling banyak saya beli, kalau beras dibatasi satu orang hanya maksimal 5 kilogram. Bagi kebutuhan rumah tangga seperti saya ini, tentunya sangat terbantu sekali dengan pasar murah ini," jelasnya. (*)