KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung secara resmi membuka Turnamen Badminton Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) di GOR Boro, Kedungwaru, Rabu 16 September 2026 pagi.
Acara tahunan ini digelar sebagai ajang pembinaan sekaligus penjaringan atlet muda berbakat untuk mewakili daerah di tingkat yang lebih tinggi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, SM., MM., menyampaikan pentingnya turnamen ini untuk membangun komunikasi yang harmonis demi terciptanya suasana daerah yang kondusif. Selain itu, kejuaraan ini ditujukan untuk membentuk karakter generasi muda yang sportif dan sehat.
"Melalui turnamen ini, kita berupaya mencetak bibit-bibit atlet bulu tangkis berprestasi, siap dikirim mewakili Kabupaten Tulungagung pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) mendatang," ujar Ahmad Baharudin saat sesi wawancara.
Ahmad Baharudin menambahkan, iklim olahraga bulu tangkis di Tulungagung saat ini menunjukkan tren positif. Minat masyarakat dan jumlah peserta dinilai terus meningkat seiring makin banyaknya fasilitas lapangan serta rutinnya pembinaan dari klub-klub lokal.
Baca Juga:
Pemkot Blitar Kaji Ulang Skema Dana Hibah KONI, Bisa Langsung ke CaborPemkab Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Sementara itu, Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI Tulungagung, Hj. Susi, mengungkapkan bahwa Kejurkab merupakan agenda wajib tahunan untuk mencari atlet berbakat dari berbagai usia, mulai dari usia dini, guna dipersiapkan menghadapi Kejurprov maupun Porprov.
Namun, PBSI Tulungagung membeberkan tantangan terkait pembinaan atlet daerah. Banyak atlet muda potensial dari klub-klub lokal yang dilirik oleh klub-klub besar nasional seperti Djarum maupun daerah lain.
Hal ini sering memicu kendala administratif dan mutasi atlet, mengingat adanya regulasi kompensasi dan pemindahan Kartu Keluarga (KK).
Baca Juga:
Peringati HAORNAS Ke-43, Plt. Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Budaya Hidup dan Dorong Sport Tourism"Kami berharap ada sinergi dan regulasi yang kuat, misalnya bekerja sama dengan Disdukcapil atau instansi terkait, untuk menahan atlet daerah agar tidak mudah pindah KK," tuturnya.
Dengan demikian, mereka tetap bisa membela nama Kabupaten Tulungagung di berbagai ajang resmi," tegas Hj. Susi.
Meski mengandalkan dukungan dana hibah Pemkab yang terbatas, PBSI Tulungagung berkomitmen untuk terus menjalankan program pembinaan demi kemajuan olahraga bulu tangkis di daerah tersebut. (*)