KETIK, BATU – Pokja Peningkatan Status Kota Administratif Batu mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan dalam sarasehan bertema lingkungan dan keberlanjutan di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Selasa, 13 Oktober 2026.
Kegiatan ini melibatkan Wali Kota Batu Nurochman, Kepala SKPD Pemkot Batu, Perhutani, UPT Tahura Raden Soerjo, dan komunitas kreatif untuk membahas persoalan lingkungan di Kota Batu.
Sarasehan tersebut mengusung tema “Kota Bernuansa Desa: Bangkit Bersama Jaga Alam Raya untuk Mbatu Sae Berkelanjutan”. Forum ini menjadi wadah untuk membahas tantangan pembangunan daerah, terutama terkait kondisi lingkungan dan pelaksanaan konservasi yang dinilai masih perlu mendapat perhatian.
Ketua Panitia Sarasehan Pokja Peningkatan Status Kota Administratif Batu, Sumiantoro, menjelaskan bahwa Pokja memiliki tanggung jawab untuk mendukung pembangunan Kota Batu melalui gagasan yang disertai solusi konkret.
Peran tersebut juga diarahkan untuk membantu kepala daerah dalam menangani berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Baca Juga:
Usia 25 Tahun, Pariwisata Kota Batu Dituntut Segera Naik Kelas Pikat Kunjungan Turis Asing“Pokja punya tanggung jawab untuk mengawal Batu, bukan berarti Batu hanya sekadar visi misi, tetapi bagaimana Pokja memberikan solusi, membantu kepala daerah. Dalam hal ini, Wali Kota Batu Cak Nur,” ujar Sumiantoro.
Ia menuturkan, persoalan lingkungan menjadi salah satu perhatian utama dalam sarasehan karena masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi, khususnya dalam bidang konservasi.
Oleh karena itu, pembahasan melibatkan berbagai pihak yang berkaitan dengan pengelolaan hutan, pelestarian alam, dan pembangunan daerah.
Dalam pelaksanaannya, panitia menghadirkan panelis dari Perhutani serta peserta pembanding dari unsur Pokja. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam membahas persoalan lingkungan di Kota Batu.
Baca Juga:
Lewat Cak Nur Sapa UMKM, Pemkot Batu Petakan Kendala Pelaku UsahaSebagai tindak lanjut, Pokja berencana menggelar audiensi dengan Kementerian Kehutanan. Langkah ini dimaksudkan untuk membawa hasil pembahasan sarasehan ke tingkat pemerintah pusat sekaligus mendorong perhatian lebih lanjut terhadap persoalan lingkungan dan konservasi di Kota Batu.
Sumiantoro mengatakan, Pokja berkomitmen mengambil bagian dalam upaya mendorong kemajuan daerah sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.
“Sehingga nanti Batu ini lebih cepat perkembangannya. Jadi kami punya komitmen bahwa Batu ini bisa lebih baik lagi, kita akan membantu sepenuhnya, sebisa kemampuan kami,” tegasnya.
Melalui sarasehan tersebut, Pokja berharap dapat memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan Kota Batu yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan tema kegiatan yang diangkat.