Usia 25 Tahun, Pariwisata Kota Batu Dituntut Segera Naik Kelas Pikat Kunjungan Turis Asing

13 Oktober 2026 14:26 13 Okt 2026 14:26

Dafa Wahyu P., Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Usia 25 Tahun, Pariwisata Kota Batu Dituntut Segera Naik Kelas Pikat Kunjungan Turis Asing

Pokja Peningkatan Status Kota Administratif Batu mendorong Pemerintah Kota Batu memperluas pasar wisatawan. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Pengembangan pariwisata Kota Batu didorong untuk memperluas pasar wisatawan, tidak hanya mengandalkan kunjungan domestik, tetapi juga menarik pelancong dari luar negeri.

Hal tersebut tersebut mengemuka dalam Sarasehan Pokja Peningkatan Status Kota Administratif Batu bertema “Kota Bernuansa Desa: Bangkit Bersama Jaga Alam Raya untuk Mbatu Sae Berkelanjutan” di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Selasa, 13 Oktober 2026.

Ketua Presidium Pokja Peningkatan Status Kota Administratif Batu, Andrek Prana, menilai usia Kota Batu yang telah mencapai 25 tahun menjadi momentum untuk merumuskan arah pengembangan pariwisata dalam jangka panjang.

Menurutnya, keberagaman destinasi yang tersedia perlu diimbangi dengan perluasan segmen pasar agar pariwisata daerah semakin kompetitif.

“Paling tidak pariwisata Batu ini harus naik kelas, berkelas. Maksudnya, pangsa pasar ini harus dicari yang lain. Jadi kalau di sini ini cuma turis lokal, ya turis domestik, mungkin bisa yang lain, mungkin mendatangkan turis dari Malaysia, atau dari mana,” ujar Andrek.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menyambut wisatawan asing. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kemampuan berbahasa Inggris agar komunikasi dengan pengunjung mancanegara dapat berjalan lebih baik.

“Antara lain, masyarakat bisa bahasa Inggris. Nah ini kalau kita melihat ke depan lagi, insya Allah mungkin pariwisata Kota Batu berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara perlu didukung penguatan daya tarik destinasi melalui konsep One Stop Holiday.

“Konsep ini menempatkan Kota Batu sebagai tujuan liburan dengan beragam pilihan aktivitas dan pengalaman dalam satu kawasan destinasi,” ujarnya.

Potensi wisata alam, pertanian, seni budaya, kuliner, rekreasi, hingga desa wisata dapat dikembangkan secara saling melengkapi. Dengan demikian, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan kegiatan selama berada di Kota Batu, bukan sekadar mengunjungi satu objek wisata.

Dari sisi pemasaran, Dinas Pariwisata Kota Batu telah bergabung dalam Tourism Promotion Organization (TPO) untuk memperluas jaringan promosi pariwisata. 

“Pemanfaatan media sosial resmi juga dilakukan guna memperkenalkan daya tarik dan pengalaman berwisata di Kota Batu kepada masyarakat luas,” tambah dia.

Ke depan, promosi tersebut perlu dioptimalkan agar jangkauannya semakin luas hingga pasar internasional. Langkah ini sekaligus ditujukan untuk memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi yang menawarkan beragam pengalaman liburan.

Onny menambahkan, pengembangan agenda wisata juga dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kegiatan yang telah berjalan serta memperbanyak agenda berbasis potensi lokal. 

“Seni budaya, kuliner, kegiatan kreatif, wisata alam, dan pertanian menjadi sejumlah sektor yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik daerah,” ungkap Onny.

Berbagai agenda, tambah dia, diharapkan mampu menjadi alasan bagi wisatawan untuk menentukan waktu kunjungan, memperpanjang masa tinggal, dan menikmati lebih banyak atraksi yang tersedia.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, menurut Onny, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, pengelola destinasi, pelaku usaha pariwisata, komunitas, dan industri perjalanan.

Sinergi antarpihak menjadi bagian penting agar konsep One Stop Holiday dapat diwujudkan dalam pengalaman berwisata yang nyata, kompetitif, dan menarik bagi wisatawan mancanegara.(*)

Tombol Google News

Tags:

Pokja Kota Batu Kunjungan Wisata wisatawan mancanegara Hut Kota Batu Info Kota Batu Berita Kota Batu