KETIK, BOJONEGORO – Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-20 dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan santri, wali santri, guru, karyawan, dan masyarakat. Salah satu kegiatan yang digelar yakni jalan sehat pada Minggu (13/9/2026) pagi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-20 serta launching KBIHU Al-Fatimah bersama PT Imawa Travel and Tour. Selain kegiatan jalan sehat, peringatan Harlah juga menjadi momentum untuk mendorong penguatan pendidikan karakter dan kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren.
Pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro Dr. K.H. Tamam Syaifudin menyebut pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan teori. Praktik secara langsung dinilai penting untuk membentuk kepekaan, empati, dan kemampuan peserta didik dalam memahami lingkungan sekitar. “Praktik itu menjadikan kita peka terhadap apa yang kita rasakan. Itu yang menyebabkan empati maupun mengerti,” jelasnya.
Ia menilai sistem pendidikan nasional perlu didorong ke arah pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pengalaman dan praktik nyata.
Ekonomi Pesantren Perlu Diaktifkan
Baca Juga:
Batas Belanja Pegawai 30 Persen Dinilai Bisa Picu Defisit Daerah, Baleg Dorong Relaksasi UU HKPDMenurutnya, kemandirian ekonomi menjadi bagian penting bagi keberlangsungan pesantren di tengah tuntutan zaman.
Ia menyebut pendapatan dengan tata kelola yang baik diperlukan agar pesantren mampu menjalankan berbagai program secara berkelanjutan.
“Tatkala good performance untuk menuju ke dua hal tadi sangat diperlukan, utamanya pendapatan,” katanya.
Penguatan ekonomi pesantren, lanjut dia, setidaknya memiliki dua manfaat. Pertama, dapat memberikan feedback untuk menyehatkan tata kelola keuangan pesantren.
Baca Juga:
PJI Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Koruptor Harus “Digigit”Kedua, aktivitas ekonomi tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bagi pengurus maupun peserta didik mengenai bagaimana membangun pendapatan secara benar, baik dari sisi hukum maupun etika.
“Paling enggak pengetahuan tentang bagaimana caranya secara hukum, secara etika, menuju kepada progres yaitu pendapatan itu dimulai lebih dini di peserta didik kita,” jelasnya.
Gagasan tersebut menempatkan pesantren bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu agama dan pendidikan formal, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenalkan keterampilan hidup, kemandirian, serta wawasan ekonomi kepada generasi muda.
Rangkaian Harlah ke-20 Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah sendiri mengusung semangat “Berakhlak, Berilmu, Berprestasi”. Selain jalan sehat, agenda juga dimeriahkan musik dan hiburan, marching band, barongsai, serta berbagai kegiatan lainnya.
Kegiatan jalan sehat mengambil titik start dan finish di Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro, dengan hadiah utama berupa paket umrah serta berbagai hadiah lainnya. (*)