KETIK, MALANG – Ciamsi menjadi salah satu daya tarik Pesarean Gunung Kawi, Kabupaten Malang. Tradisi yang berasal dari budaya Tionghoa ini menjadi salah satu cara mencari petunjuk, nasihat, maupun penguatan batin dalam menghadapi persoalan hidup.

Ritual ciamsi dilakukan di area Kelenteng Dewi Kwan Im yang berada dalam kompleks Pesarean Gunung Kawi. Menariknya, layanan tersebut terbuka bagi seluruh pengunjung tanpa memandang latar belakang agama maupun kepercayaan.

Petugas Pesarean Gunung Kawi dari Yayasan Ngesti Gondo, Supriyono, menjelaskan ciamsi merupakan ritual tradisional Tionghoa yang lazim dilakukan di kelenteng, vihara, maupun tempat ziarah.

"Tujuannya untuk mencari petunjuk, nasihat, atau ramalan nasib. Pengunjung terlebih dahulu berdoa sesuai dengan persoalan yang ingin ditanyakan, kemudian menggoyangkan tabung bambu berisi bilah-bilah kayu bernomor hingga satu bilah keluar," ujarnya.

Nomor yang keluar kemudian dicocokkan dengan lembaran syair yang telah disiapkan. Syair tersebut selanjutnya dijelaskan maknanya oleh petugas agar sesuai dengan persoalan yang sedang dihadapi pengunjung.

Baca Juga:
Peziarah Bantah Isu Pesugihan Gunung Kawi, Pengelola: Slametan hingga Wayangan Bentuk Rasa Syukur

"Setelah itu petugas akan membantu menjelaskan arti syairnya. Kalau sudah selesai, pengunjung bisa memberikan derma seikhlasnya. Ada juga yang membawa minyak goreng sebagai bentuk sumbangan untuk menjaga agar nyala api di altar tetap menyala," katanya.

Layanan ciamsi di Pesarean Gunung Kawi dibuka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 21.30 WIB.

Lembaran syair yang berisi ramalan dan nasihat. Syair ini kemudian diterjemahkan oleh petugas di lokasi ciamsi. (Foto: Dendy/Ketik.com)

Salah seorang pengunjung, Sri (bukan nama sebenarnya), mengaku mengikuti ritual ciamsi saat berlibur bersama keluarga pada masa liburan sekolah. Selain berwisata, ia ingin memperoleh petunjuk terkait persoalan ekonomi yang sedang dihadapinya.

Baca Juga:
Simbol Keragaman di Pesarean Gunung Kawi, Masjid, Klenteng, hingga Wayang Berdampingan

"Saya ke sini untuk liburan karena anak sedang libur sekolah. Sekalian ingin mengetahui saran untuk masalah yang saya hadapi. Sekarang tahun ajaran baru, kebutuhan banyak, pengeluaran juga banyak," ujarnya.

Menurut Sri, hasil ciamsi yang diterimanya memberikan ketenangan dan semangat untuk menghadapi kondisi tersebut.

"Tadi dapat petunjuk yang cukup menenangkan hati. Setidaknya jadi lebih tenang dan ada semangat lagi untuk menjalani semuanya," tuturnya.