Kemarau Panjang Landa Halmahera Selatan, Bassam Minta Warga Hindari Pembakaran

23 September 2026 21:23 23 Sep 2026 21:23

Thumbnail Kemarau Panjang Landa Halmahera Selatan, Bassam Minta Warga Hindari Pembakaran

Hasan Ali Bassam Kasuba Bupati Halmahera Selatan (Foto: Mursal/kerik

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Kemarau panjang tak lagi sekadar menyisakan tanah kering dan udara panas. Di sejumlah wilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), api merambah hutan, kebun, dan lahan warga hingga mengancam tanaman produktif yang selama ini menopang kehidupan keluarga.

Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba merespons keadaan tersebut dengan menyerukan kewaspadaan serta kepedulian bersama. Pada Selasa 22 September , ia mengajak masyarakat memperkuat gotong royong dan menghindari kegiatan yang dapat memicu kebakaran selama cuaca kering masih berlangsung.

Perkembangan dari Pulau Obi, Kayoa, Makian, Bacan, Gane, Mandioli, hingga Kasiruta terus berada dalam pantauan kepala daerah. Laporan mengenai kebakaran hutan, kebun, dan lahan yang datang hampir setiap saat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Dampaknya telah bergerak jauh melampaui kerusakan lingkungan. Kebun kelapa, cengkeh, serta beragam tanaman pertanian yang dipelihara warga selama bertahun-tahun ikut dilalap api, membawa kerugian bagi keluarga yang menggantungkan pendapatan dari hasil kebun.

Di balik hamparan hangus tersebut tersimpan beban emosional sekaligus kerugian ekonomi para petani. Komoditas produktif berusia lama lenyap seketika, memutus penopang nafkah rumah tangga.

“Saya ikut merasakan kesedihan masyarakat yang kebun dan tanamannya terbakar. Ada tanaman yang dirawat bertahun-tahun, menjadi sumber kehidupan keluarga, namun dalam waktu singkat harus terbakar akibat kondisi kemarau seperti ini,” ungkap Bassam Selasa 22 September 2026.

Risiko yang kian tinggi mendorong kepala daerah menyerukan pencegahan mulai dari permukiman. Kewaspadaan kolektif dinilai penting supaya percikan kecil cepat dipadamkan sebelum menjalar lebih jauh.

“Di tengah kondisi seperti ini, mari kita saling menjaga. Jangan membakar sembarangan, jaga lingkungan di sekitar kita dan ketika terjadi kebakaran, mari saling membantu dan bergotong royong agar api tidak meluas,” pesannya.

Seruan tersebut diarahkan terutama pada penghentian sementara pembakaran lahan maupun sampah. Langkah sederhana itu diperlukan untuk menekan munculnya titik api baru ketika pepohonan, semak, dan permukaan tanah berada dalam keadaan sangat kering.

Ikhtiar lahiriah kemudian disertai seruan spiritual. Seluruh warga diajak mengetuk pintu langit demi datangnya air, pulihnya cuaca, serta perlindungan bagi setiap keluarga.

“Mari kita berdoa bersama, memohon kepada Allah SWT, pemilik alam semesta, agar hujan segera diturunkan dan kondisi ini segera berlalu. Semoga masyarakat kita selalu diberikan keselamatan, kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.

Bassam menilai penanganan kemarau panjang beserta ancaman kebakaran membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemantauan oleh pemerintah daerah, menurutnya, perlu ditopang kepekaan warga untuk mencegah bahaya sekaligus menolong orang lain saat musibah muncul.

Pada bagian akhir pernyataannya, sinergi aparat serta warga ditempatkan sebagai fondasi utama menghadapi ancaman bencana. Pengawasan resmi berjalan beriringan lewat solidaritas sosial lintas kampung.

“Pemerintah akan terus memantau kondisi di lapangan. Tetapi yang paling penting adalah kebersamaan kita. Mari saling menjaga, saling membantu dan bergotong royong. Dalam situasi seperti ini, kepedulian kita kepada sesama adalah kekuatan kita bersama,” tutupnya.

Tombol Google News

Tags:

Gotong royong kerja sama himbauan Bupati Halsel Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba Halmahera Selatan Maluku Utara