KETIK, HALMAHERA SELATAN – Pembangunan terminal Pelabuhan Semut di Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, memasuki tahap akhir. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Halmahera Selatan menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada awal September 2026.
Kepala Dinas PUPR Halmahera Selatan, Muhammad Idham Pora, mengatakan progres pembangunan telah mencapai 94 persen. Pekerjaan yang tersisa saat ini difokuskan pada penyelesaian akhir atau finishing gedung terminal.
“Progres pekerjaannya sudah 94 persen. Kita targetkan awal September pekerjaan sudah tuntas 100 persen,” kata Idham saat ditemui di kantornya, Selasa 14 Juli 2026.
Menurut Idham, capaian tersebut menunjukkan pembangunan terminal telah memasuki fase penyempurnaan. Sejumlah bagian utama proyek telah dikerjakan, sementara pihak pelaksana kini berkonsentrasi menyelesaikan detail akhir bangunan agar dapat diserahterimakan sesuai standar pekerjaan.
Bangunan terminal tunggu pelabuhan semut yang sementara dirampungkan (Foto: Mursal/Ketik.com)
Ia menjelaskan, proyek tersebut sebelumnya sempat mengalami perlambatan. Kondisi itu bukan disebabkan oleh keengganan perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan, melainkan karena proses pencairan anggaran pemerintah daerah belum sejalan dengan progres fisik yang telah dicapai di lapangan.
Pada akhir 2025, kata Idham, realisasi fisik proyek telah berada di angka sekitar 70 persen. Namun, anggaran yang dicairkan pada periode tersebut baru berkisar 50 persen.
“Sejak akhir tahun 2025, pekerjaan sudah mencapai 70 persen, namun anggaran yang dicairkan kurang lebih 50 persen. Pihak perusahaan kemudian bekerja menggunakan dana sendiri, makanya pekerjaan sempat terhenti,” jelasnya.
Ketimpangan antara progres fisik dan pembayaran itu membuat pihak rekanan harus terlebih dahulu menanggung sebagian kebutuhan pembiayaan proyek. Situasi tersebut kemudian memengaruhi ritme pekerjaan hingga akhirnya kembali berjalan setelah pencairan anggaran disesuaikan.
Saat ini, lanjut Idham, progres pencairan anggaran telah berada pada angka yang sama dengan capaian fisik pekerjaan, yakni 94 persen. Dengan kondisi tersebut, pihak rekanan kembali melanjutkan pekerjaan penyelesaian terminal.
“Untuk saat ini progres pekerjaan sudah 94 persen dan anggaran yang dicairkan juga sudah 94 persen. Pihak rekanan sudah mulai melakukan pekerjaan finishing yang ditargetkan tuntas pada awal September mendatang,” ujarnya.
Idham menegaskan, sisa anggaran proyek tidak akan dicairkan sebelum seluruh pekerjaan selesai. Mekanisme pembayaran tetap didasarkan pada tingkat kemajuan fisik sebagai bagian dari pengendalian administrasi dan kualitas pembangunan.
“Untuk anggaran 100 persen akan dicairkan jika pekerjaan sudah 100 persen. Jadi, pencairan anggaran mengikuti progres pekerjaan,” pungkasnya.
.png)