KETIK, HALMAHERA SELATAN – Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan tidak hanya menghadirkan hiburan rakyat. Di pelataran UMKM Bacan Selatan, denyut ekonomi kecil ikut bergerak melalui para pedagang kuliner, pelaku UMKM, hingga penjual permainan anak.
Salah satunya Deo, pedagang permainan anak yang mulai berjualan sejak pembukaan rangkaian HUT Halmahera Selatan (Halsel) pada 9 Juni 2026. Ia terus membuka lapaknya hingga 14 Juni 2026.
Di tengah ramainya pengunjung, Deo mengaku omzet penjualan permainan anak cukup menjanjikan. Pada hari pertama, ia memperoleh omzet sekitar Rp1 juta. Namun, pada hari kedua, angka itu naik tajam hingga menyentuh Rp2 juta.
“Alhamdulillah, hari pertama sekitar satu jutaan. Hari kedua naik, bisa sampai dua jutaan,” kata Deo di lapak kecil miliknya Minggu 14 Juni 2026.
Menurut Deo, naik turunnya omzet sangat dipengaruhi jumlah pengunjung dan kondisi cuaca. Jika pengunjung ramai dan cuaca mendukung, penjualan permainan anak ikut meningkat.
“Kalau pengunjung ramai dan cuaca bagus, omzet naik. Tapi kalau hujan atau sepi, biasanya turun. Hanya saja selama kegiatan ini masih di atas satu jutaan,” ujarnya.
Puncak omzet Deo terjadi saat malam konser Band Jamrud. Pada malam itu, kawasan pelataran UMKM dipadati warga. Deo mengaku mampu meraup omzet hingga sekitar Rp3 juta.
“Waktu malam puncak konser Jamrud ini paling ramai. Omzet saya bisa sampai tiga jutaan. Sekitar itu,” kata Deo.
Geliat ekonomi juga terasa di sejumlah stand lain. Salah satu pengelola stand Gabungan Organisasi Wanita atau GOW Halmahera Selatan, Cubi, yang menjual aneka kuliner, mengaku omzet pada hari perdana pembukaan mencapai sekitar Rp5 juta.
Sementara itu, pengelola stand TP-PKK Halmahera Selatan juga mencatat omzet cukup tinggi. Pada hari pertama, penjualan disebut menyentuh angka sekitar Rp3 juta.
Kondisi serupa dirasakan Dede dan Koko, dua pelaku usaha permainan anak lainnya. Mereka menyebut omzet selama rangkaian HUT Halmahera Selatan berada di kisaran Rp1 juta per hari. Bahkan kadang lebih.
Rangkaian HUT Halsel ke-23 menjadi ruang ekonomi yang hidup bagi pelaku usaha kecil. Dari kuliner hingga permainan anak, perputaran uang warga bergerak langsung di lapak-lapak sederhana.
.png)