KETIK, CILACAP – Seorang nenek lanjut usia (Lansia) Tasinem (86) di Cilacap ingin memasak air. Karena usia sudah lebih dari tiga perempat abad kemungkinan lupa, kemudian air yang sedang dimasak ditinggal pergi.
Hal tersebut menjadi penyebab terjadinya kebakaran rumah milik nenek Tasinem di Dusun Sidasari RT 05 RW 06 Desa Tambaksari Kecamatan Kedungreja, Cilacap Minggu, 10 Mei 2026 sore.
Kejadian bermula, Bapak Kesod (45) tetangganya yang sedang membawa kambing sekira pukul 15.20 wib melintas rumah Mbah Tasinem melihat bagian dapur rumah mbah Tasinem keluar asap lalu berteriak minta tolong.
Kemudian datang lagi tetangga yang lain Basoir (44) ia berlari menuju arah dapur dan langsung membuka pintu, sementara api merambat ketumpukan kayu dan semakin membesar membakar bagian dapur yang melihat mbah Tasinem masih didalam dapur. Lalu Basoir menggendong ibu Tasinem untuk diselamatkan.
Setelah berhasil menyelamatkan mbah Tasinem baru kemudian muncul berbondong-bondong warga yang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Damkar Cilacap, Gatot Arief Widodo mengatakan, kejadian bermula sekira pukul 15.20 WIB, namun pihaknya baru menerima laporan pukul 15.44 WIB.
"Mendapat laporan adanya peristiwa kebakaran tersebut kami melalui UPT Damkar Sidareja bergegas menuju lokasi, namun Api sudah berhasil dipadamkan oleh warga dengan menggunakan alat seadanya memakan waktu kurang lebih 20 menit," ungkap Gatot.
Sementara, team pos damkar sidareja sampai kelokasi pukul 15.58 WIB setelah sampai ke TKK Team pos damkar sidareja melakukan kordinasi dan pendataan bersama unsur terkait.
"Dari pendataan dan penyebabnya, yakni berasal dari tungku pawon yang digunakan Ibu Tasinem untuk memasak air lalu ditinggal pergi, alhasil api merambat ketumpukan kayu dan api membesar membakar dapur dan sebagian belakang rumah," jelasnya.
Dalam kejadian ini, Ibu Tasinem mengalami luka bakar dan dilarikan kerumah sakit AGHISNA SIDAREJA guna mendapatkan perawatan.
"Untuk taksiran kerugian ± Rp58.000.000 yang meliputi dapur habis terbakar, sebagian rumah bagian belakang, perabotan rumah terbakar," bebernya.
Atas kejadian tersebut Damkar Cilacap mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terutama saat menggunakan tungku pawon, untuk bisa menjaga saat di gunakan dan tidak lagi ditinggal pergi saat api sedang menyala. (*)
