KETIK, CILACAP – Komitmen menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat diwujudkan melalui launching 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih secara virtual.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Aryudha Sakti, S.E., di Jalan Randu, Dusun Jambean, Desa Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Kamis, 13 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mengusung semangat "Negara Hadir untuk Rakyat" dan terhubung secara virtual dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.
Kehadiran Dandim 0703/Cilacap menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap pembangunan infrastruktur yang ditujukan untuk meningkatkan akses masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Selain Dandim, kegiatan di Desa Karangjengkol juga dihadiri Kabag Log Polresta Cilacap Kompol Fuad, Kaurlidpam Denpom Lanal Cilacap Kapten Laut (PM) Riyawan, S.H., Kasubsi II Bidang Intelijen Kejari Cilacap Rischy Akbar Sentosa, S.H., M.H., Sekretaris Diskominfo Kabupaten Cilacap Amin Muhtada, serta unsur Forkopimcam Kesugihan.
Camat Kesugihan Wawan Mardiono, S.STP., M.Si., Danramil 06/Kesugihan Kapten Cba Sudiyono, Kapolsek Kesugihan AKP Pardijono, S.H., Kepala Desa Karangjengkol Mahir Sugiarto, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang terlibat dalam pembangunan jembatan serta sarana air bersih.
Menurut Presiden, pembangunan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
"TNI dan Polri bukan hanya menjalankan tugas sebagai aparat negara, tetapi hadir di tengah masyarakat, dekat dengan rakyat, dan mengabdikan diri sepenuhnya untuk kepentingan rakyat," ujar Prabowo.
Jembatan Garuda diharapkan mampu membuka akses masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan konektivitas. Infrastruktur tersebut dapat mendukung mobilitas warga, kegiatan ekonomi, akses pendidikan, serta aktivitas sosial masyarakat.
Sementara itu, sarana air bersih berupa sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Launching secara virtual tersebut mencakup 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih di berbagai wilayah.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akses infrastruktur dasar sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Presiden juga meminta jajaran TNI dan Polri terus menjaga semangat pengabdian serta hadir membantu masyarakat.
"Teruslah hadir di tengah-tengah rakyat. Teruslah membantu masyarakat. Dan teruslah bekerja demi kepentingan bangsa dan negara," ungkap Prabowo.
Kegiatan di Desa Karangjengkol kemudian ditandai dengan peresmian Jembatan Garuda dan Sumur Bor oleh Presiden Prabowo secara virtual.
Dengan adanya pembangunan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat secara langsung, baik dalam hal kemudahan akses maupun pemenuhan kebutuhan air bersih.
Pemeliharaan infrastruktur juga menjadi bagian penting agar jembatan dan sarana air bersih dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.
Kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga keberlangsungan manfaat pembangunan tersebut.(*)
