KETIK, BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Komisi Irigasi menggelar sidang pleno kedua dengar pendapat bersama seluruh pemangku kepentingan terkait. Rapat ini fokus membahas perencanaan masa tanam tahun 2027 serta pemetaan kondisi jaringan irigasi di wilayah masing-masing anggota komisi.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDA Taru) Kabupaten Brebes, Moh. Zuhdan Fanani, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan kelanjutan dari sesi pertama yang sukses digelar pada Juni lalu. Dalam sidang kali ini, pihaknya fokus menghimpun pandangan para anggota mengenai kondisi riil sistem irigasi, yang nantinya akan dipadukan dengan data ketersediaan air baku.
"Kami juga mengundang narasumber dari Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Tegal untuk memaparkan prediksi cuaca. Data BMKG ini menjadi acuan krusial bagi kami dalam meninjau ulang rencana rotasi tanaman, yang nantinya akan diajukan ke Pimpinan Daerah sebagai pedoman resmi bagi para petani," ujar Kepala DPSDA Taru saat diwawancarai usai acara.
Berdasarkan prakiraan BMKG untuk musim hujan mendatang, awal musim hujan di wilayah Brebes diprediksi akan bervariasi. Wilayah Brebes Selatan diperkirakan memasuki musim hujan pada 23 November, disusul wilayah tenggara pada bulan November, dan wilayah tengah pada bulan Desember. Sementara untuk wilayah utara, jadwal awalnya masih terus dicermati.
Selain rotasi tanam, fokus utama kedinasan saat ini adalah percepatan normalisasi jaringan irigasi di seluruh wilayah Brebes. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan distribusi air saat debit meningkat sekaligus sebagai upaya mitigasi bencana banjir.
Proyek normalisasi ini dikoordinasikan langsung bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan didukung oleh jajaran PSDA Pemali Comal, dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia.
"Pengerjaan di lapangan memanfaatkan alat berat. Saat ini, sebanyak empat unit alat berat sudah dikerahkan khusus untuk wilayah Pendawa dan Kasar," tambahnya.
Sejumlah titik saluran irigasi yang selama ini sering dikeluhkan warga di media sosial dilaporkan sudah mulai dinormalisasi. Beberapa wilayah tersebut di antaranya meliputi kawasan Cimohong, Bulakparen, Rancawuluh, Bulakamba, Bulusari, Wanasari, hingga jalur Gentong–Sawojajar.
Pemerintah berharap program normalisasi dan penataan regulasi tanam ini dapat berjalan lancar demi memberikan dampak serta manfaat ekonomi yang lebih baik bagi kesejahteraan para petani di Kabupaten Brebes. (*)
Gelar Rapat Komisi Irigasi, Pemkab Brebes Matangkan Rotasi Tanam dan Normalisasi Jaringan Hadapi Musim Hujan
8 Oktober 2026 10:31 8 Okt 2026 10:31
Makroni, Rahmat Rifadin
Redaksi Ketik.com
Moh.Zuhdan Fanani, Kepala DPSDA Taru Kabupaten Brebes saat memberi keterangan kepada media (Foto: Makroni/ketik.com)
Tags:
Dpsda Taru komisi irigasi Masa Tanam 2027 Zuhdan FananiBaca Juga:
Di Bawah Bupati Paramitha, Brebes Genjot Normalisasi Saluran dan Mitigasi Banjir 2026Baca Juga:
Aksi Cepat DPSDAPR Brebes Normalisasi Sungai Usai Ketegangan Antarwarga di WanasariBerita Lainnya oleh Makroni
8 Oktober 2026 10:31
Gelar Rapat Komisi Irigasi, Pemkab Brebes Matangkan Rotasi Tanam dan Normalisasi Jaringan Hadapi Musim Hujan
7 Oktober 2026 20:46
Kasus ISPA Melonjak Akibat Siklus Tahunan, Dinkes Brebes Instruksikan Pasilitas Kesehatan Maksimalkan Kapasitas Kasur
7 Oktober 2026 19:23
Jelang Operasi Zebra Candi, Tilang ETLE dan Manual di Brebes Diperketat Sasar Pelanggar Kasat Mata
7 Oktober 2026 13:12
Warga Brebes Geger! Pria 42 Tahun Ditemukan Meninggal di Pekarangan, Polisi Ungkap Kondisinya
7 Oktober 2026 13:01
Warga Brebes Wajib Tahu! RSHS Bumiayu Siaga Hadapi Lonjakan Pasien, IGD 24 Jam Tanpa Rujukan
