KETIK, HALMAHERA SELATAN – Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, dijadwalkan mulai bergerak pada Oktober 2026. Proyek yang berdiri di atas lahan hibah sekitar 10 hektare itu memiliki pagu anggaran sekitar Rp72 miliar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Halsel, Dr. Daud Djubedi, menyebut tahapan proyek telah bersiap memasuki pekerjaan fisik. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 29 September 2026.
“Di Oktober ini sudah mulai jalan pelaksanaannya,” kata Daud.
Sebelum pekerjaan dimulai, tim Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI telah mendatangi Halsel untuk memeriksa lahan yang disiapkan pemerintah daerah. Pemeriksaan itu dilakukan terhadap tanah hibah yang akan menjadi lokasi pembangunan BLK.
Skema pendanaan proyek, kata Daud, bersumber dari Bank Dunia. Pemerintah Kabupaten Halsel menyiapkan lahan, sedangkan kebutuhan pembangunan fisik tidak dibebankan pada anggaran daerah.
Baca Juga:
Penerimaan DKP-TKA Halmahera Selatan Lampaui 90 Persen Target Awal“Kalau anggaran memang tidak ada campuran dari daerah. Itu semua menggunakan skema Bank Dunia,” ujarnya.
Jadwal pekerjaan menempatkan Mei 2027 sebagai target penyelesaian fisik. Setelah itu, proyek akan menjalani masa pemeliharaan sebelum diserahkan pada Desember 2027.
“Meski pekerjaan fisik ditargetkan selesai pada Mei 2027, proses penyerahan proyek dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027. Hal tersebut berkaitan dengan adanya masa pemeliharaan setelah pekerjaan fisik selesai,” ungkapnya.
Dengan luas lahan sekitar 10 hektare dan pagu anggaran sekitar Rp72 miliar, BLK tersebut direncanakan menjadi fasilitas pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja di Halsel.
Baca Juga:
Dua Unit Kerja Belum Terima TPP Juli, BPKAD Halmahera Selatan Telusuri Pengajuan“Pembangunan BLK diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan fasilitas pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja di Kabupaten Halsel,” pungkasnya.