KETIK, MALANG – Menumbuhkan jiwa kewirausahaan harus dilakukan sejak dini agar saat dewasa nanti, anak-anak mampu mengolah keterampilannya menjadi peluang usaha. Semangat itulah yang diusung siswa-siswi SD Katolik Santa Maria II Malang yang tergabung dalam Ekstrakurikuler (Ekskul) Jurnalistik saat berkunjung ke Naiki Kafe, Senin, 27 April 2026.
Bertempat di kafe yang berlokasi di Jalan Semeru, Kecamatan Klojen, Kota Malang tersebut, para siswa belajar langsung cara membuat kue. Kegiatan ini dipandu oleh Manajer Naiki Kafe, Agnes, yang dengan teliti mengenalkan proses pembuatan roti, mulai dari pemilihan bahan, penggunaan alat, hingga teknik dasar.
Dalam sesi praktik, siswa diperkenalkan dengan berbagai bahan seperti cream cheese, smoked beef, cokelat, hingga fermipan sebagai ragi instan. Tak hanya itu, mereka juga mendapat pengetahuan tentang bahan alternatif pengganti ragi instan, yakni campuran air, tepung, dan garam.
Para siswa juga diajak membedakan jenis-jenis tepung, seperti tepung protein tinggi untuk pembuatan roti tawar dan tepung protein sedang untuk pembuatan kue.
Kepala SD Katolik Santa Maria II Malang, Sr. M. Marsiana, SPM., S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam membekali siswa dengan keterampilan hidup (life skills).
Baca Juga:
Atasi Celah Perda RTRW, DPRD dan Pemkot Malang Godok Ranperda RTH"Kami ingin menanamkan pola pikir sejak dini, bahwa anak-anak tidak hanya dipersiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha. Kegiatan seperti ini melatih kreativitas, kemandirian, dan keberanian untuk mencoba," jelasnya kepada Ketik.com.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pembina Ekskul Jurnalistik, Catur Riyanti, S.Pd. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana belajar kontekstual bagi siswa.
"Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang wirausaha tetapi juga cara menulis berita. Dengan mengalami langsung di lapangan, mereka bisa mengamati, mencatat dan nantinya menuangkan pengalamannya tersebut dalam karya jurnalistik," ungkapnya.
Kegembiraan terpancar dari salah satu siswi kelas 5, Rachel Eirene Athalia. Siswi yang akrab dipanggil Rachel ini mengaku mendapat pengalaman baru yang sangat berkesan.
Baca Juga:
Stunting Kota Malang 8,1%, Dinkes Perkuat Intervensi Gizi Balita"Saya jadi tahu cara membuat roti dan bahan-bahannya. Seru sekali karena bisa praktik langsung dan saya ingin mencoba membuat kue sendiri di rumah," pungkasnya.(*)