KETIK, LEBAK – Warga Hunian Sementara (Huntara) korban banjir bandang 2020 di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten, menyambut baik kedatangan sejumlah pejabat pemerintah yang meninjau lokasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Rabu 5 Agustus 2026.

Peninjauan tersebut dilakukan oleh Wakil Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Menko PKP), Satuan Kerja PKP Banten, BPBD Provinsi Banten, BNPB, BPBD Kabupaten Lebak, PUPR Kabupaten Lebak, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lebak, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lebakgedong.

Salah seorang warga Huntara Lebakgedong, Zaenudin, mengatakan kehadiran para pejabat tersebut menjadi harapan baru bagi warga yang telah menunggu kepastian pembangunan rumah tetap sejak terdampak banjir bandang pada awal 2020.

"Kedatangan para pejabat itu untuk meninjau kesiapan lahan sekaligus memastikan jalan akses mobilisasi menuju lokasi pembangunan Huntap. Alhamdulillah, kami sebagai warga Huntara menyambut baik dan berharap pembangunan segera dimulai," kata Zaenudin kepada wartawan, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima warga, proses administrasi pembangunan saat ini masih berjalan. Kontrak proyek ditargetkan rampung pada 3 September 2026, sehingga pembangunan fisik rumah diperkirakan dapat dimulai pada pertengahan September mendatang.

Baca Juga:
40 Siswa Belajar di Bangunan Nyaris Roboh, Mahasiswa KKN Nusantara Galang Donasi Renovasi MI Al-Wathon di Pedalaman Lebak

"Rencananya kontrak selesai pada 3 September. Kalau semua berjalan sesuai jadwal, ada kemungkinan pembangunan rumah dimulai pada pertengahan September," ujarnya.

Zaenudin menjelaskan, lokasi pembangunan Huntap memiliki luas sekitar 5,4 hektare yang telah dipersiapkan dan diratakan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak. Namun, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan lahan.

"Total luas lahannya sekitar 5,4 hektare. Untuk tahun 2026, yang akan dibangun terlebih dahulu adalah lahan yang sudah siap, padat, dan landai. Pembangunannya dilakukan secara bertahap," katanya.

Ia menerangkan, pembangunan Huntap direncanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 2026, sedangkan tahap kedua dilanjutkan pada 2027 hingga seluruh kebutuhan rumah bagi warga terdampak dapat terpenuhi.

Baca Juga:
Keraton UMKM Lebak Ruhay Hadir, Salim Siapkan Pusat Produk Unggulan dan Kuliner Khas Lebak

"Jumlah keseluruhan Huntap yang akan dibangun sebanyak 221 unit untuk masyarakat Kecamatan Lebakgedong yang kehilangan rumah akibat banjir bandang. Angka itu sudah sesuai dengan jumlah rumah yang hilang, jadi tidak kurang dan tidak lebih," tutur Zaenudin.

Warga Huntara berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga mereka segera memiliki hunian tetap yang layak setelah bertahun-tahun tinggal di hunian sementara.(*)