KETIK, MALANG – Menjalani perawatan medis jangka panjang di rumah sakit kerap menjadi kendala besar bagi anak-anak penderita penyakit kronis. Selain harus berjuang melawan penyakitnya, mereka kerap kehilangan hak melintas di meja sekolah, yang berujung pada ketertinggalan pendidikan, penurunan motivasi belajar, hingga potensi gangguan perkembangan psikososial.
Menjawab tantangan tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang meluncurkan inovasi pelayanan terbaru bertajuk Sahabat RSSA (Sekolah Anak Hebat untuk Akses Belajar dan Terapi). Program ini hadir sebagai solusi holistik untuk memastikan proses belajar anak-anak tetap berkesinambungan meski dalam masa perawatan medis yang panjang.
Ketua Program Inovasi, dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.A., M.Biomed, menjelaskan bahwa Sahabat RSSA merupakan bentuk transformasi dan pengembangan dari program Hospital Literasi yang telah dirintis sejak tahun 2017 melalui perpustakaan keliling dan pojok baca. Dan memperkuat bahwa Inovasi ini bertujuan untuk memberikan wadah yang mendukung keberlanjutan pendidikan sekaligus menjadi sarana terapi edukatif bagi pasien anak selama menjalani perawatan.
Seiring meningkatnya kebutuhan pasien, layanan ini kini diperluas secara signifikan. Selain memfasilitasi sekolah tatap muka (offline) yang didampingi langsung oleh guru-guru profesional di lingkungan rumah sakit, Sahabat RSSA meluncurkan Website Sahabat RSSA sebagai platform pembelajaran digital yang fleksibel bagi pasien dan keluarga.
Melalui keberadaan Sahabat RSSA, RSUD Dr. Saiful Anwar menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berkelanjutan. Rumah sakit tidak hanya berfokus pada tindakan medis dan penyembuhan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis, sosial, serta pemenuhan hak tumbuh kembang dan pendidikan anak.
Baca Juga:
Komisi G MUI Kota Malang Gelar Serasehan Dialog Interaktif, Dorong Literasi Kesehatan Mental Remaja di Era DigitalLangkah strategis ini diharapkan menjadi nilai tambah bagi RSSA dalam menghadirkan layanan publik berorientasi holistik, sekaligus berdampak positif pada peningkatan kualitas pelayanan dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). (*)