KETIK, PROBOLINGGO – Biro Kepesantrenan Wilayah Syekh Jumadil Kubro (01) Pondok Pesantren Nurul Jadid sukses menyelenggarakan Acara Pengukuhan Lulusan Pembinaan Al-Qur’an Kelompok A pada Senin malam (11/05/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jami’ PP. Nurul Jadid tersebut menjadi momentum penting bagi para santri untuk merefleksikan kembali kedalaman interaksi mereka dengan kitab suci.

Dalam Mauidhoh Hasanah-nya, KH. Ahmad Madarik Wahid menegaskan bahwa proses belajar Al-Qur’an adalah perjalanan panjang yang melampaui sekadar mengenal hukum tajwid. Beliau mengingatkan bahwa pengukuhan ini merupakan awal dari tanggung jawab besar untuk mendalami dan mengamalkan isi Al-Qur’an.

"Belajar Al-Qur’an tidak hanya sekadar bisa membaca. Lebih dari itu, santri harus mampu membaca dengan baik dan benar, kemudian berusaha memahami isi yang dibaca. Membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat mulia," tegas beliau.

KH. Ahmad Madarik menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang berbeda dengan mukjizat para nabi terdahulu. Jika mukjizat Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS hanya dapat disaksikan pada zamannya, Al-Qur’an tetap hidup dan relevan hingga akhir zaman, baik dari segi cara membaca, memahami, maupun pengamalannya.

Baca Juga:
Santri Putri Pesantren Nurul Jadid Gelar Bahtsul Masail Sughro

Beliau juga memotivasi para santri dengan menekankan besarnya pahala yang dijanjikan Allah SWT. "Setiap ayat bernilai pahala, bahkan setiap huruf mendapatkan sepuluh kebaikan. Jika sehari membaca satu juz, maka begitu banyak pahala yang Allah berikan," imbuhnya.

Sesuai dengan semangat hadis Nabi SAW mengenai sebaik-baik manusia, KH. Ahmad Madarik mendorong para lulusan untuk tidak berhenti pada tahap belajar, tetapi juga memiliki tekad untuk mengajarkannya kembali kepada masyarakat kelak.

"Santri harus memiliki semangat besar. Jangan sampai mondok bertahun-tahun tetapi belum bisa mengaji dengan baik. Santri tidak hanya dituntut mampu membaca dengan lancar, tetapi juga harus mampu mengajarkannya kepada orang lain," pesannya. (*)

Baca Juga:
29 Tahun IMAN Malang Raya: Momentum Merajut Solidaritas Alumni Nurul Jadid