KETIK, PROBOLINGGO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo mengeluarkan Tausyiah pedoman moral jelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Para ulama mengingatkan, hari kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar perayaan.

MUI menyebut tausyiah itu sebagai pedoman moral bagi Pemkot Probolinggo, Penyelanggara HUT RI dan seluruh masyarakat. 

Tausyiah resmi tersebut tertuang dalam Surat Tausyiah Nomor :005/MUI/KTPRB/VIII/2026
Tentang Pelaksanaan Perayaan Dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) dan Hari Jadi Kota Probolinggo.

Ada lima poin tausyiah, diantaranya himbauan agar segala bentuk perayaan HUT Kemerdekaan RI bisa dilakukan secara kreatif, edukatif. Serta tidak menampilkan tarian, joget, atau bentuk hiburan yang mengandung unsur pornografi, erotisme, kemaksiatan, maupun perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama, etika, dan budaya luhur bangsa.


Wakil Ketua MUI Kota Probolinggo, Ustadz Dr. H. Ahmad Hudri, ST, M.AP. mengatakan kepada ketik com, Rabu, 4 Agustus 2026, tausyiah tersebut bukan dimaksudkan untuk membatasi kreativitas masyarakat dalam merayakan kemerdekaan, melainkan menjadi pedoman moral agar setiap kegiatan tetap berada dalam koridor syariat, etika, dan norma sosial.

Baca Juga:
Dorong Guru Jadi Ujung Tombak Literasi Keuangan, OJK Edukasi Ratusan Pendidik di Probolinggo

"Momentum kemerdekaan adalah saat kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan. Karena itu, kemeriahan perayaan hendaknya tidak menghilangkan nilai religius, akhlak, dan penghormatan terhadap budaya luhur bangsa," ujarnya. 

Dalam tausyiahnya, MUI mengimbau,  kemerdekaan sejatinya merupakan momentum memperkuat karakter bangsa. Karena itu, kebebasan berekspresi harus tetap diiringi dengan tanggung jawab moral dan penghormatan terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

"Kreativitas tentu boleh berkembang, tetapi jangan sampai mengorbankan adab, kesopanan, dan nilai agama. Justru kemerdekaan harus menjadi ruang untuk menunjukkan jati diri bangsa yang berakhlak dan berbudaya," katanya. (*)

Baca Juga:
Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Haul Habib Husein Brani, Jaringan Internet sempat Crowded