KETIK, JAKARTA – Gelaran MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Minggu 10 Mei 2026 menjadi panggung bersejarah bagi pembalap muda Ai Ogura.

Rider tim Trackhouse Aprilia tersebut sukses mengamankan podium ketiga dalam balapan yang penuh drama, sekaligus mencatatkan berbagai rekor baru baik bagi kariernya maupun dunia balap Jepang.

Jebolan ATC Pertama Podium MotoGP

Keberhasilan Ogura ini menandai pencapaian monumental sebagai lulusan Asia Talent Cup (ATC) pertama yang mampu menginjakkan kaki di podium kelas premier. Tak hanya itu, hasil gemilang ini juga memutus penantian panjang publik Jepang selama lebih dari satu dekade.

"Ya, saya senang. Saya mencoba menyerang sejak awal, tetapi saya kehilangan beberapa posisi dan harus berjuang kembali, dan itu bukan balapan yang mudah," ujar Ai Ogura dilansir MotoGP.

Baca Juga:
Bagnaia Tetap Puas Meski Terjatuh: “Ini Akhir Pekan Terdekat Kami dengan Aprilia”

Ia juga menambahkan rasa terima kasihnya kepada seluruh kru yang telah mendukung performa motornya sepanjang akhir pekan.

"Tapi bagus, kecepatan balap yang hebat dan saya sangat, sangat senang dengan balapan ini serta untuk tim saya, jadi mari kita rayakan," pungkasnya dengan antusias.

Hapus Dahaga Jepang 14 Tahun

Ogura menjadi pembalap Negeri Matahari Terbit pertama yang naik podium MotoGP sejak terakhir kali dirasakan oleh Katsuyuki Nakasuga di GP Valencia pada tahun 2012 silam.

Baca Juga:
Quartararo Akui Ambil Risiko “Gila” Demi Tahan Posisi di Sprint MotoGP

Memulai balapan dari grid kedelapan, pembalap berstatus rookie tersebut langsung menunjukkan taji dengan merangsek ke rombongan depan sejak bendera start dikibarkan.

Mengandalkan performa motor Aprilia RS-GP26, Ogura tampil agresif namun tetap konsisten dalam menjaga ritme balap. Pergerakan signifikan mulai terlihat pada lap ke-20 saat ia menembus posisi lima besar dan mulai mengancam para pembalap di zona podium.

Momen puncak aksi Ogura terjadi pada lap ke-23. Setelah memenangi duel sengit melawan Fabio Di Giannantonio untuk posisi keempat, ia tidak mengendurkan serangan dan langsung memburu Pedro Acosta yang berada di depannya.

Dalam waktu singkat, Ogura berhasil membongkar pertahanan Acosta dan mengunci posisi ketiga hingga garis finis.

Usai balapan, Ogura mengaku sangat emosional dengan hasil yang dicapainya. Ia mengungkapkan bahwa balapan tersebut tidak berjalan mudah karena ia sempat kehilangan posisi di awal lomba.

Namun, berkat race pace yang kuat dan kerja keras tim Trackhouse Aprilia, ia mampu bangkit dan memberikan hasil maksimal.

Pencapaian ini sekaligus melengkapi dominasi Aprilia di Le Mans dan menjadi sinyal kuat kebangkitan talenta Asia di kasta tertinggi balap motor dunia. (*)