KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pantai Indah Popoh pada Senin malam, 15 Juni 2026. Ratusan warga pesisir, nelayan, dan tokoh masyarakat berkumpul di tepi pantai untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah melalui ritual tasyakuran laut dan doa bersama.
Acara adat yang digelar tahunan ini turut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. Bagi masyarakat setempat, laut bukan sekadar sumber mata pencaharian, melainkan bagian dari identitas budaya yang harus dihormati. Melalui larung sesaji dan doa ini, warga mengungkapkan rasa syukur atas limpahan rezeki sekaligus memohon keselamatan untuk tahun yang akan datang.
Selain Plt. Bupati Tulungagung acara ini juga dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Kabupaten Tulungagung,, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan sesepuh adat Pantai Popoh,, Ketua beserta segenap pengurus himpunan nelayan, serta seluruh warga masyarakat pesisir Pantai Popoh.
Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap konsistensi warga dalam menjaga warisan leluhur ini. Menurutnya, ritual ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan wujud nyata gotong royong dan keselarasan antara manusia dengan alam.
"Malam hari ini, di tepi samudra yang luas, kita tidak hanya sekadar menyaksikan sebuah ritual tahunan. Kita sedang menyaksikan sebuah manifesto agung dari rasa syukur, gotong royong, dan kearifan lokal yang telah mengakar selama ratusan tahun. Bagi masyarakat Popoh, laut adalah ibu yang memberi kehidupan dan menghidupi urat nadi kebudayaan kita di Tulungagung," ucap Bahrudin.
Baca Juga:
Mengetuk Pintu Langit di Tulungagung, Doa Bersama Jadi Sinergi Ulama-Umara Sambut Tahun Baru Islam 1448 HNamun, Ahmad Baharudin juga menekankan pentingnya dokumentasi sejarah agar tradisi ini tidak tergerus zaman. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menginventarisasi dan mengkaji ritual ini secara mendalam agar tetap abadi dalam memori kolektif daerah.
"Tasyakuran laut dan larung doa yang kita laksanakan malam ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama untuk menundukkan kepala, berterima kasih atas rezeki yang telah dijaring oleh para nelayan, sekaligus mengetuk pintu langit demi memohon keselamatan, keberkahan, dan cuaca yang bersahabat di tahun yang baru ini." ujarnya.
"Mari kita jadikan momentum 1 Muharam 1448 Hijriah ini sebagai janji suci warga pesisir untuk terus menjaga kelestarian laut. Katakan tidak pada penangkapan ikan ilegal, mari bersama-sama memerangi pencemaran, dan bebaskan pantai kita dari jeratan sampah plastik. Jaga laut kita agar tetap biru, tetap lestari, sehingga kelak dapat kita wariskan secara utuh kepada anak cucu kita," tuturnya.
Selain bermakna spiritual, kegiatan ini juga membawa pesan ekologis yang kuat. Di tengah tantangan modernisasi, tasyakuran laut ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga ekosistem laut, menolak penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), serta menjaga kebersihan pantai dari sampah plastik.
Baca Juga:
Komunitas MiTACom Silaturahmi ke Plt. Bupati Tulungagung, Bahas Kerukunan dan Tertib Lalu LintasSecara hukum, ritus budaya ini merupakan pengejawantahan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, di mana pengetahuan tradisional dan simbol budaya lokal menjadi modal sosial penting dalam pembangunan berkelanjutan di Tulungagung.
"Mari kita jadikan momentum 1 Muharam 1448 Hijriah ini sebagai janji suci warga pesisir untuk terus menjaga kelestarian laut. Katakan tidak pada penangkapan ikan ilegal, mari bersama-sama memerangi pencemaran, dan bebaskan pantai kita dari jeratan sampah plastik. Jaga laut kita agar tetap biru, tetap lestari, sehingga kelak dapat kita wariskan secara utuh kepada anak cucu kita." tambahnya.
"Semoga di tahun yang baru ini, Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah-Nya, memberikan jala yang penuh dengan ikan bagi para nelayan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta senantiasa melindungi Kabupaten Tulungagung yang kita cintai ini." pungkasnya.
Acara ditutup dengan pelarungan doa dan harapan agar di tahun yang baru, para nelayan diberikan keselamatan, cuaca yang bersahabat, dengan harapan kedepan hasil tangkapan yang melimpah demi kesejahteraan bersama. (*)